Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kecelakaan Kapal Berulang, Komisi V DPR Tagih Janji Evaluasi Menyeluruh
- Bidik Ekspor CPO 25 Persen, PTPN IV PalmCo-Kemendag Siap Tembus Pasar Global
- Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal
- Pertamina Patra Niaga Raih ESG NOW Awards 2026 Berkat Inovasi SAGARI
- BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Deposit Facility Naik Jadi 5%
Dua Tahun Asta Cita, PTKI dan UIN Melompat ke Panggung Dunia
Selasa, 20 Oktober 2026 10:05 WIB
Sebelumnya
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar tidak ada anak bangsa yang terputus cita-citanya karena kendala biaya, Kemenag terus memperluas jangkauan beasiswa di perguruan tinggi.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin mengungkapkan bahwa sepanjang 2025–2026, alokasi anggaran KIP Kuliah berhasil menjangkau 289.255 mahasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan dengan nilai mencapai Rp3,032 triliun, di mana PTKIN menyerap hingga 83 persen dari total alokasi tersebut. Selain itu, program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan beasiswa percepatan kualifikasi dosen turut memperkuat ekosistem keilmuan di PTKI.

Baca juga : BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM
“Bagi kami, yang penting bukan hanya berapa besar dana yang disalurkan, melainkan seberapa besar dampaknya dalam membuka jalan bagi generasi muda untuk berkembang dan berdaya di masa depan,” kata Sekjen Kemenag.
Apresiasi Bakom terhadap Peran Agama dan Pembangunan SDM
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Syahganda Nainggolan memberikan apresiasi tinggi atas capaian Kementerian Agama dalam mendorong perguruan tinggi keagamaan sebagai pilar pembangunan SDM dan penguat integritas bangsa.

Baca juga : Komisi X Usul Hapus Sistem Desil Tentukan Biaya Kuliah
Syahganda mencatat tiga hal penting dari kinerja Kemenag, yakni keberhasilan menjadikan agama sebagai alat persatuan nasional, pembebas dari budaya korupsi melalui penanaman integritas di lembaga pendidikan, serta penggerak utama pembangunan kualitas manusia melalui riset, beasiswa, dan digitalisasi pembelajaran.
“Penyampaian keberhasilan dua tahun Asta Cita ini adalah bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan dan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat,” tegas Syahganda.
Baca juga : PLN EPI Beri Beasiswa Penuh kepada 10 Mahasiswa dari Indonesia Timur
Ia menambahkan, keterbukaan informasi ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan media massa untuk terus mengawal agar seluruh program Kementerian Agama semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya