Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kecelakaan Kapal Berulang, Komisi V DPR Tagih Janji Evaluasi Menyeluruh
- Bidik Ekspor CPO 25 Persen, PTPN IV PalmCo-Kemendag Siap Tembus Pasar Global
- Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal
- Pertamina Patra Niaga Raih ESG NOW Awards 2026 Berkat Inovasi SAGARI
- BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Deposit Facility Naik Jadi 5%
Rumah Sakit Tria Dipa dan KP2MI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Calon PMI
Rabu, 21 Oktober 2026 20:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rumah Sakit Tria Dipa dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meresmikan kerja sama untuk memperkuat layanan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) di RS Tria Dipa, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Kolaborasi ini bertujuan mendukung kesiapan kesehatan calon PMI sebelum bekerja di luar negeri, dengan menempatkan layanan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) sebagai salah satu bagian penting dalam proses penempatan dan pelindungan pekerja migran.
Melalui kerja sama dengan KP2MI/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Rumah Sakit Tria Dipa berkomitmen menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan yang profesional, terintegrasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi tersebut sekaligus membuka peluang kemitraan dengan perusahaan penempatan PMI, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Direktur PT Tria Dipa Sukmo Hadi Nugroho mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung proses penempatan pekerja migran Indonesia.
Sukmo menambahkan, keterlibatan rumah sakit dalam ekosistem pelayanan pekerja migran diperlukan agar pemeriksaan kesehatan calon PMI dapat dilakukan secara terstruktur, dengan memperhatikan standar pelayanan serta persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Sukmo menegaskan, pekerja migran Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berkontribusi terhadap perekonomian keluarga dan negara, mereka juga membawa nama Indonesia di negara tempat bekerja.
Baca juga : KP2MI Dan UTB Gembleng 438 Calon Pekerja Migran
Karena itu, kesiapan kesehatan calon PMI perlu menjadi perhatian bersama. Pemeriksaan kesehatan tidak hanya menjadi persyaratan administratif sebelum keberangkatan, tetapi juga bagian dari upaya perlindungan kesehatan dan persiapan fisik serta mental calon pekerja migran.
“Pekerja migran yang sehat merupakan modal penting untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan citra bangsa Indonesia di tingkat internasional,” kata Sukmo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, Rumah Sakit Tria Dipa berkomitmen mendukung kolaborasi tersebut melalui peningkatan kualitas layanan, pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta perbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Upaya itu diharapkan mampu menunjang pemeriksaan kesehatan yang akurat, cepat, nyaman, dan transparan, sekaligus memberikan pelayanan yang mengutamakan keselamatan serta kepentingan calon PMI.
Sukmo berharap kerja sama dengan KP2MI menjadi fondasi bagi kemitraan jangka panjang yang melibatkan rumah sakit, pemerintah, dan perusahaan penempatan pekerja migran.
Dengan koordinasi yang baik, pelayanan kesehatan bagi calon PMI diharapkan semakin mudah diakses dan berjalan sesuai ketentuan.
“Rumah Sakit Tria Dipa membuka peluang kerja sama layanan MCU di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan calon pekerja migran Indonesia,” kata Sukmo
Baca juga : Kampus Jadi Pintu Masuk PMI Berdaya Saing Global
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Kombes Pol Arman Muis menekankan, pentingnya membangun pola pikir bahwa pekerja migran Indonesia merupakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing.
Arman menambahkan, bekerja di luar negeri semestinya menjadi pilihan profesional yang didukung keterampilan, kapasitas, kemampuan berbahasa, sertifikasi, serta kesiapan fisik dan mental.
Menurutnya, pekerjaan di luar negeri tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai jalan keluar dari keterbatasan kesempatan kerja di dalam negeri.
Ia juga mengingatkan bahwa persaingan pasar kerja internasional semakin kompetitif. Karena itu, calon PMI perlu dipersiapkan agar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan atau pemberi kerja di negara tujuan.
Persiapan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan dan psikologis yang memadai, disertai pemenuhan persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Arman menegaskan, bahwa kerja sama antara perusahaan penempatan dan fasilitas pelayanan kesehatan harus dijalankan secara profesional serta berpedoman pada regulasi pemerintah.
"Kolaborasi antara KP2MI dan Rumah Sakit Tria Dipa menjadi bagian dari pentingnya koordinasi antarpihak dalam mendukung proses penempatan pekerja migran yang bertanggung jawab," ujar Amran.
Dorong Kemitraan Jangka Panjang
Baca juga : 40 Ribu Calon Pekerja Migran Dilatih Sebelum Penempatan
Penguatan kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penyediaan layanan MCU, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan antara pemerintah, rumah sakit, dan perusahaan penempatan PMI.
Bagi Rumah Sakit Tria Dipa, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi calon pekerja migran.
Sementara itu, koordinasi dengan KP2MI diharapkan dapat mendukung proses penempatan yang memperhatikan kesiapan kesehatan dan keselamatan calon PMI.
Dengan sinergi yang terarah, calon pekerja migran diharapkan memperoleh akses pemeriksaan kesehatan yang profesional sebelum keberangkatan, sehingga dapat menjalankan pekerjaan di luar negeri dengan lebih aman dan produktif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya