Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Pencegahan Karhutla hingga Vaksin
- Akademisi Apresiasi Reformasi BUMN, Danantara Rampingkan 364 Perusahaan
- Pengembangan Penyidikan, KPK Geledah Kantor PT Djarum & Bea Cukai Kudus
- Tok! BEI Siap Bagikan Dividen Rp 1,564 T
- Prabowo Beri Selamat Atas Kemenangan Lula, Dorong Penguatan Hubungan RI-Brazil
Bicara Di Forum PBB, Waka BRIN: Manfaatkan Teknologi Antariksa Untuk Pembangunan
Rabu, 28 Oktober 2026 20:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Amarulla Octavian menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi antariksa untuk membuka peluang ekonomi masa depan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Delegasi Republik Indonesia dalam 5th Ministerial Conference on Space Applications for Sustainable Development in Asia and the Pacific di Bangkok, Thailand, pada 28–29 Oktober 2026.
Konferensi tingkat menteri tersebut diselenggarakan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) bersama Pemerintah Thailand. Kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Bangkok itu dihadiri perwakilan dari 62 negara dan 15 organisasi internasional sebagai pengamat.
Dalam sesi kedua dan ketiga, Amarulla menyampaikan komitmen dan kepentingan nasional Indonesia dalam pemanfaatan teknologi antariksa, penginderaan jauh, serta data geospasial.
"Pemanfaatan teknologi tersebut penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat mitigasi risiko bencana," kata Amarulla dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Baca juga : Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Pencegahan Karhutla hingga Vaksin
Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga memiliki kepentingan untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memantau dan menganalisis perubahan yang terjadi di wilayah laut, terutama Samudra Pasifik.
Amarulla turut memaparkan kemajuan Indonesia dalam implementasi Asia-Pacific Plan of Action on Space Applications for Sustainable Development tahap kedua periode 2022–2026.
Pemanfaatan teknologi antariksa menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan kawasan Asia-Pasifik.
"Teknologi ini dapat mendukung pengumpulan dan analisis data untuk membantu pemerintah memahami perubahan lingkungan, mengelola sumber daya, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana," paparnya.
Baca juga : Prabowo Dorong BRIN Riset Karhutla Hingga Pemanfaatan Limbah Sawit Jadi Energi
Bagi Indonesia, penguatan kerja sama regional diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tersebut, terutama dalam pemantauan wilayah laut dan pengembangan data geospasial. Langkah ini juga berkaitan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan luas.
Di sela-sela konferensi, Delegasi RI melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Sekretaris Eksekutif UN ESCAP Prof. Armida Salsiah Alisjahbana. Delegasi Indonesia turut didampingi Duta Besar RI untuk Thailand Hari Prabowo dan Direktur Eksekutif Indonesian National Space Agency (INASA) Prof. Erna Sri Adiningsih.
Konferensi tersebut menghasilkan Deklarasi Bangkok yang memuat rencana aksi tahap ketiga periode 2026–2030. Dokumen ini menjadi peta jalan kebijakan untuk menempatkan teknologi antariksa sebagai salah satu penggerak ekonomi masa depan.
Melalui rencana aksi tersebut, pemanfaatan teknologi antariksa diharapkan semakin terarah untuk menjawab kebutuhan pembangunan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik. Kerja sama antarnegara juga menjadi faktor penting dalam mengembangkan aplikasi antariksa yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga : Gandeng UGM-BRIN, Abak Academy Bangun Ekosistem Peneliti Remaja
Partisipasi Indonesia dalam konferensi ini menegaskan kepentingan nasional untuk memperkuat kolaborasi regional, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi antariksa, dan mengembangkan potensinya bagi perekonomian serta pembangunan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya