Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
Gandeng UGM-BRIN, Abak Academy Bangun Ekosistem Peneliti Remaja
Jumat, 23 Oktober 2026 12:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Abak Academy bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) dan Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi di kalangan remaja melalui Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026.
Kompetisi tingkat SMA/MA sederajat yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Yogyakarta tersebut diikuti sekitar 388 kelompok riset dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sekolah Indonesia Makkah.
Direktur Abak Academy sekaligus inisiator KREASI Munasprianto Ramli mengatakan kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya mendorong siswa mengembangkan kemampuan penelitian, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia mengajak para peserta untuk terus mempertahankan semangat meneliti serta membangun jejaring dengan sesama peneliti muda sebagai modal untuk saling belajar dan mengembangkan gagasan.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN Ali Yansyah Abdurrahim menilai kompetisi riset bagi pelajar merupakan investasi strategis untuk membangun budaya ilmu pengetahuan dan inovasi sejak usia muda.
Baca juga : Abak Academy Dorong Lahirnya Peneliti Muda Melalui KREASI 2026
Menurut dia, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu menggunakan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan pengetahuan baru dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Dukungan BRIN terhadap pengembangan peneliti remaja diwujudkan melalui kerja sama Pusat Riset Kependudukan BRIN dengan Yayasan Abak Cendikia yang ditandatangani pada 8 Juli 2026.
Kerja sama tersebut mencakup pembinaan penelitian bagi guru dan remaja, peningkatan kapasitas, seminar, lokakarya, pendampingan penelitian, pertukaran pengetahuan, hingga publikasi ilmiah.
Dalam KREASI 2026, sebanyak 13 peneliti BRIN terlibat, terdiri atas delapan peneliti dari Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora serta lima peneliti dari unit lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan dunia pendidikan dengan lembaga penelitian, sekaligus memperluas akses siswa terhadap pendampingan ilmiah dari para peneliti profesional.
Baca juga : Madura, Kalbar Hingga Maluku Utara Berharap Kebagian Listrik PLTN
Dukungan terhadap pengembangan riset remaja juga disampaikan Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan Muhamad Abduh. Dalam sambutan penutupan, ia menyebut KREASI sejalan dengan semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua” karena membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan kemampuan riset.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, menilai kualitas informasi, dan menguji kebenaran berdasarkan bukti di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI).
Menurut Muhamad Abduh, pendidikan perlu mendorong peserta didik tidak sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga mengembangkan kreativitas, integritas, dan tanggung jawab atas dampak sosial dari inovasi.
Wakil Dekan FMIPA UGM Bidang Alumni, Kerja Sama, dan Inovasi Fajar Adi Kusumo mengatakan penghargaan bukanlah tujuan utama penelitian. Ia mengingatkan para peserta agar terus mengembangkan hasil riset dan menggunakannya untuk membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar.
KREASI 2026 melibatkan dewan juri dari BRIN, FMIPA UGM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta Artificial Intelligence Center Indonesia Universitas Indonesia.
Baca juga : Seminar Internasional di Lombok Bahas Sains, Kebijakan, dan Blue Food Security
Pada akhir kompetisi, MAN 4 Jakarta meraih juara umum pertama dengan dua medali emas dan tiga medali perak. MAN 2 Kudus menempati posisi kedua dengan dua medali emas dan satu medali perak, sedangkan SMA Sabilillah Malang meraih juara umum ketiga.
Melalui KREASI 2026, Abak Academy bersama FMIPA UGM dan Pusat Riset Kependudukan BRIN berharap kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan berkelanjutan.
Upaya tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan bagi remaja Indonesia menghasilkan penelitian berkualitas, mengembangkan inovasi, dan berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya