Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bibit Siklon 91B Menjauh, BMKG Sebut Aceh Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Jumat, 30 Oktober 2026 13:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bibit Siklon Tropis 91B yang terbentuk di Laut Andaman, sebelah utara Aceh, diprakirakan bergerak menjauhi Indonesia. Namun, fenomena tersebut masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Aceh hingga Sabtu (31/10/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut dampak tidak langsung bibit siklon tersebut masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah Aceh bagian utara. Berdasarkan pembaruan Jumat (30/10/2026), potensi hujan diprakirakan berlangsung hingga 31 Oktober pukul 07.00 WIB.
BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 91B mulai terbentuk pada Kamis (29/10/2026) pukul 01.00 WIB di Laut Andaman, sekitar 7,9 derajat Lintang Utara dan 97 derajat Bujur Timur. Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1.009 hektopaskal (hPa).
Dalam 24 jam ke depan, bibit siklon tersebut diprakirakan bergerak ke arah barat hingga barat laut, semakin menjauhi wilayah Indonesia. Meski demikian, peluang sistem tersebut berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam berada pada kategori sedang.
Selain keberadaan bibit siklon, peningkatan potensi hujan di Aceh juga dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin, belokan dan pertemuan angin, serta suhu muka laut yang relatif hangat.
Baca juga : Cuaca Besok Di Jakarta Jumat (30/10), Info BMKG: Empat Wilayah Ini Turun Hujan
Suhu permukaan laut di sekitar wilayah tersebut berkisar 29–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara tinggi di seluruh lapisan atmosfer sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di lima kabupaten/kota, yakni Aceh Besar, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, dan Sabang.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang yang berpotensi disertai petir dan angin kencang juga perlu diwaspadai di Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Simeulue, dan Nagan Raya.
Masyarakat di wilayah tersebut diminta mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di perairan Selat Malaka bagian utara yang perlu diperhatikan pengguna transportasi laut.
Ancaman hujan tersebut menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Aceh masih menghadapi bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) pada Kamis (29/10/2026) melaporkan 12 desa di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara kembali terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Baca juga : Gempa Darat M4,7 Guncang Tanggamus Lampung
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, menjelaskan peningkatan debit air terjadi di Sungai Lawe Alas, Lawe Kinga, Lawe Bulan, dan Lawe Kisam hingga meluap ke permukiman warga. Banjir tersebar di tujuh desa di Kecamatan Bambel serta masing-masing dua desa di Kecamatan Lawe Bulan dan satu desa di Kecamatan Deleng Pokhkisen, Badar, serta Lawe Sumur.
BPBA menyebut belum terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut, sementara pendataan masyarakat terdampak masih berlangsung. Banjir juga menyebabkan aliran air tersumbat di bawah jembatan Desa Kuning I, tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung jebol, serta tanggul Sungai Lawe Kisam mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Selain itu, jembatan gantung Kumbang Jaya–Gulo dilaporkan amblas akibat tergerus arus Sungai Lawe Alas. Petugas gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara telah mengerahkan tim reaksi cepat dan alat berat untuk menangani dampak banjir serta melakukan normalisasi sungai.
Banjir juga sebelumnya dilaporkan merendam 342 rumah di Kota Subulussalam. BPBA mencatat genangan terjadi di Gampong Jabi-Jabi dan Gampong Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, juga meminta masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan wilayah barat Sumatera meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B.
Baca juga : Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
Berton menjelaskan meskipun bibit siklon tersebut diprakirakan tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, potensi hujan lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah. BNPB juga mengingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di Selat Malaka bagian utara.
"Bibit siklon tropis 91B yang berada di Teluk Andaman di Aceh bagian utara memang diprediksi tidak akan berdampak langsung ke Indonesia. Tetapi ada potensi hujan lebat di beberapa tempat hingga tanggal 30 Oktober nanti," kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (29/10/2026).
Berton meminta masyarakat tetap waspada tanpa perlu panik dan mengutamakan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana. Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi cuaca serta peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
"Kami mengimbau kiranya masyarakat tetap waspada walaupun tidak perlu panik. Kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang utama untuk keselamatan kita," ujarnya.
BNPB juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengaktifkan posko siaga, memeriksa peralatan dan logistik kebencanaan, serta membersihkan sungai, saluran drainase, dan gorong-gorong untuk mengurangi risiko banjir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya