Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Man City Vs Brighton, Ancaman Produktivitas The Seagulls
- Rupiah Menguat Ke Rp 18.123, Ini Sentimen Pendorongnya
- OMC Berhasil Tekan Titik Panas Karhutla di Papua Selatan
- Chelsea vs Man United, Ujian Terakhir Michael Carrick
- Pramono Minta Bina Marga Kebut Perbaikan Jalan Gelap dan Bergelombang Rawamangun
RM.id Rakyat Merdeka - Kemunculan bibit siklon tropis 91B di Laut Andaman memicu potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan wilayah barat Sumatera diminta mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi hingga Jumat (30/10).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, bibit siklon tersebut mulai terbentuk pada Kamis (29/10) dini hari, di sekitar perairan utara Aceh.
Meski diprakirakan tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, fenomena tersebut berpotensi memicu hujan lebat di sejumlah wilayah.
“Bibit siklon tropis 91B yang berada di Teluk Andaman di Aceh bagian utara memang diprediksi tidak akan berdampak langsung ke Indonesia. Tetapi ada potensi hujan lebat di beberapa tempat hingga tanggal 30 Oktober nanti,” ujar Berton dalam konferensi pers, Kamis (29/10).
Baca juga : Presiden Segera Resmikan Pabrik Baterai Antam-CATL, Industri EV Makin Lengkap
BNPB juga mengingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di perairan Selat Malaka bagian utara. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa perlu panik.
“Kami mengimbau kiranya masyarakat tetap waspada walaupun tidak perlu panik. Kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang utama untuk keselamatan kita,” jelasnya.
Selain dampak tidak langsung bibit siklon, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi hingga 31 Oktober 2026 di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Baca juga : Apresiasi Atlet Asian Games, Prabowo Minta Pembinaan Atlet Dimulai Sejak Dini
Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BNPB meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengaktifkan posko siaga, memeriksa peralatan dan logistik kebencanaan, serta membersihkan sungai dan saluran drainase.
Selain itu, daerah rawan banjir dan longsor perlu dipetakan dan dipantau. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan jalur evakuasi serta menyebarluaskan peringatan dini agar warga dapat segera menyelamatkan diri jika situasi memburuk.
Berton menegaskan BNPB akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan langkah antisipasi berjalan.
Baca juga : Pemerintah Pangkas Rantai Pasok, Impor BBM Makin Efisien
“Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB serta segera melakukan evakuasi apabila terdapat instruksi dari petugas berwenang,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya