Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dari Karawang ke Sigi: Listrik Menyalakan Asa dan Ekonomi Desa
- Maung Bandung Siap Salip Macan Kemayoran
- Pramono Gelar Rapat di 44 Kecamatan, Temui Warga Dan Serap Aspirasi dari Bawah
- Korea Open 2026 Digelar, 12 Wakil Indonesia Siap Bersaing di Yeosu
- Manchester United Vs AS Roma, Setan Merah Siaga Merah
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memilih tetap fokus bekerja di tengah polemik ijazah yang kembali menerpanya. Senin (2/11/2026), Gibran yang melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Sulawesi Barat (Sulbar) dikerubuti warga yang antusias ingin menyapa dan berfoto bersama.
Gibran tiba di Bandara Tampa, Mamuju, sekitar pukul 09.18 WITA. Tak lama setelah pesawat mendarat, Gibran langsung menuju helikopter yang telah menunggunya. Ia kemudian bertolak ke Mamasa dengan perjalanan udara sekitar 30 menit.
Setibanya di Lapangan Lambanan, Mamasa, Wapres disambut sejumlah kepala daerah dan tokoh adat setempat. Gibran yang mengenakan kemeja hitam lengan panjang dan celana krem mendapat sambutan adat berupa pemakaian kain Sambu berwarna putih, kain tenun khas Mamasa, penutup kepala Sapu, serta tas Sepu.
Gibran sempat menyapa warga di sekitar lapangan dengan lambaian tangan dan senyuman. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju SMAN 1 Mamasa.
Sepanjang perjalanan, anak-anak sekolah berseragam SD dan SMP serta warga berjejer di kanan-kiri jalan untuk menyambut kedatangan Wapres.
Di SMAN 1 Mamasa, Gibran berkeliling meninjau ruang kelas dan berdialog dengan para siswa. Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menyampaikan sejumlah kebutuhan sekolah, mulai dari fasilitas alat musik hingga perlengkapan musala.
Gibran mendengarkan aspirasi para siswa. Ia juga mengakui sejumlah fasilitas sekolah membutuhkan perbaikan.
"Saya mohon maaf ya ini sekolahnya sampai seperti ini. Katanya dari tahun '80?" tanya Gibran. Pertanyaan itu dijawab anggukan Ketua OSIS SMAN 1 Mamasa, Deswita Maharani Karaeng, yang mendampinginya berkeliling.
Baca juga : Pengamat: Gibran Makin Diperhitungkan, Karena itu Jadi Sasaran Serangan Politik
Deswita kemudian menyerahkan surat berisi daftar fasilitas yang dibutuhkan para siswa. Gibran menerima surat tersebut dan berjanji menindaklanjutinya.
"Nanti kita revitalisasi, semuanya nanti kita perbaiki ya," janji Gibran.
Dari sekolah, Gibran melanjutkan kunjungan ke RSUD Kondosapata, Mamasa. Di rumah sakit tersebut, Wapres menyapa pasien sekaligus meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Gibran menekankan pentingnya peningkatan kapasitas rumah sakit agar masyarakat Mamasa bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai tanpa harus bepergian jauh ke daerah lain.
"Kita ingin masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik di daerahnya sendiri," harapnya.
Menurut Gibran, pembangunan infrastruktur rumah sakit harus berjalan beriringan dengan kesiapan tenaga medis dan peralatan kesehatan. Jangan sampai gedung rumah sakit sudah berdiri, tetapi belum didukung fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai.
"Tidak kalah penting adalah kesiapan dokter, alat kesehatan, dan pelayanan kepada pasien. Jangan sampai gedungnya sudah selesai, tetapi fasilitas dan tenaga medisnya belum siap," tegasnya.
Selama peninjauan, Gibran mengunjungi sejumlah poliklinik, mulai dari Poli THT, Interna, Bedah, Neurologi, Obgyn, Gigi, Kejiwaan, hingga Anak. Ia juga melihat kondisi ruang bersalin dan fasilitas pelayanan bagi ibu yang akan melahirkan.
Baca juga : Kunker Ke Sulbar, Gibran Disambut Meriah Warga Mamasa Dan Mamuju
Sambutan meriah warga berlanjut saat Gibran meninjau kawasan pasar di Mamasa. Jalanan di sekitar pasar dipadati warga yang ingin melihat langsung dan menyalami Wapres. Sebagian warga bahkan rela berdesakan sambil mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen bersama Gibran.
Suasana semakin riuh ketika sejumlah ibu-ibu meneriakkan pujian. "Mas Gibran ganteng," pekik seorang ibu yang datang bersama anaknya.
Sambil berkeliling pasar, Gibran menyapa dan menyalami warga. Ia juga meladeni permintaan foto bersama. Tak hanya itu, Wapres membeli sejumlah kebutuhan, mulai dari sembako, sayur-sayuran, hingga buah-buahan.
Di sela kunjungan tersebut, Gibran juga menemui beberapa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi kepadanya.
Dari Mamasa, Gibran kembali menuju helipad untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Bonehau, Kecamatan Kalumpang.
Di sana, Wapres menghadiri Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK). Kehadirannya kembali disambut antusias masyarakat.
Agenda kunjungan kerja Gibran di Sulbar kemudian berlanjut ke Mamuju. Wapres dijadwalkan meninjau dan berdialog dengan petani kakao, sekaligus melihat langsung pelaksanaan program bedah rumah.
Di tengah padatnya agenda kerja tersebut, polemik ijazah Gibran masih menjadi sorotan. Setidaknya ada dua putusan pengadilan yang berkaitan dengan persoalan dokumen pendidikannya.
Baca juga : Kursi Gibran Mulai Digoyang
Teranyar, Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya menyatakan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA Gibran tidak sah melalui Putusan Nomor 742 K/TUN/2026, Jumat (30/10/2026).
"Kabul kasasi. Batal putusan judex facti. Adili sendiri: kabul gugatan penggugat seluruhnya," demikian putusan nomor 742 K/TUN/2026 seperti dikutip dari situs resmi MA, Jumat (30/10/2026).
Putusan itu diketok oleh majelis hakim yang diketuai Yulius dengan anggota Maftuh Effendi dan Hari Sugiharto. Putusan itu dibacakan Jumat (30/10/2026).
Kasasi ini diajukan oleh Subhan terkait gugatannya di PTUN Jakarta dengan nomor perkara 62/G/2026/PTUN.JKT. Tergugat dalam perkara ini ialah Kemendikdasmen.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, Selasa (6/10/2026), dalam pertimbangannya menyebut tidak menemukan bukti dokumen pendidikan luar negeri Gibran yang setara SMA sebagaimana disyaratkan Undang-Undang Pemilu.
Dua putusan lembaga tinggi negara itu kemudian memantik reaksi politik. Dua partai : PKS dan PDIP melakukan penjajakan dengan menggulirkan hak angket di DPR untuk menggoyang kursi Wapres Gibran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya