Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamen Fajar: Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Tanpa Tes
Jumat, 6 November 2026 18:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027 tanpa melalui tes. Mereka juga akan berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Pusat.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat berdialog dengan sekitar 700 guru di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Jumat (6/11/2026).
Fajar mengatakan, keputusan tersebut telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru.
“Bapak Presiden sudah memutuskan, bahwa guru P3K paruh waktu diangkat penuh waktu tanpa tes mulai tahun 2027 dan menjadi ASN Pemerintah Pusat,” tegas Fajar yang disambut tepuk tangan para guru.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan nasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan penguatan peran tenaga pendidik. Pembangunan fasilitas sekolah perlu diikuti peningkatan kualitas pembelajaran dan penghargaan terhadap guru.
Baca juga : Jamkrindo Dukung Mahasiswa Sukabumi Jadi Entrepreneur Muda di Era AI
Dalam kesempatan itu, Fajar juga menegaskan pentingnya program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo.
Di Kabupaten OKU Timur, sebanyak 145 satuan pendidikan menerima bantuan revitalisasi pada 2026 dengan total anggaran sekitar Rp116,04 miliar. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar di Provinsi Sumatera Selatan.
“Revitalisasi harus menghadirkan perubahan dalam kehidupan belajar anak-anak. Gedung yang diperbaiki harus diikuti pembelajaran yang semakin baik, guru yang semakin kuat, dan lingkungan sekolah yang semakin manusiawi,” ujarnya.
Fajar menambahkan, revitalisasi sekolah harus memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan kualitas kegiatan belajar mengajar. Karena itu, pembenahan sarana pendidikan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran.
Komitmen pemerataan pendidikan juga terlihat dalam kunjungan Fajar ke SD Negeri 01 Gunung Jati Filial, Kecamatan Semendawai Barat, Kamis (5/11/2026). Setelah menempuh perjalanan hampir empat jam, dia menyempatkan diri menyapa para murid dan guru serta makan siang bersama siswa di sekolah tersebut.
Baca juga : Revitalisasi 836 SLB, Kemendikdasmen Perkuat Sekolah Aman dan Inklusif
Sekolah yang berada di wilayah terpencil itu memiliki 40 murid dari kelas I hingga VI dan didampingi delapan guru. Namun, fasilitas pendukung pendidikan masih terbatas, termasuk akses jaringan internet yang belum memadai.
Sekolah tersebut juga belum tersentuh program revitalisasi, Makan Bergizi Gratis (MBG), maupun bantuan Papan Interaktif Digital.
“Pendidikan tidak boleh ditentukan oleh tempat seorang anak dilahirkan atau seberapa jauh tempat tinggalnya dari pusat kota. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Tugas negara adalah memastikan tidak ada anak yang tertinggal,” kata Fajar.
Dia menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi harus disertai peningkatan kualitas pembelajaran serta kesejahteraan guru.
Sementara itu, berdasarkan data Rapor Pendidikan 2026, indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Kabupaten OKU Timur mencapai 73,49 atau masuk kategori Tuntas Pratama.
Baca juga : 55 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Layak
Meski demikian, penguatan kemampuan literasi dan numerasi, terutama pada jenjang sekolah dasar, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.
Rangkaian agenda pendidikan Fajar di Sumatera Selatan ditutup dengan kunjungan ke SMP Negeri 1 Madang Suku I dalam perjalanan darat menuju Palembang. Dalam kunjungan tersebut, Fajar menyapa para murid dan guru yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah menegaskan komitmen pemerataan pendidikan hingga ke wilayah terpencil. Perbaikan fasilitas sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta kesejahteraan guru menjadi tiga hal yang perlu berjalan beriringan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya