Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) berkomitmen mendukung pemerintah menciptakan budaya integritas dan profesionalitas di segala sektor. Tak terkecuali di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
KNPI meminta siapapun agar tak 'merecoki' BUMN. Terlebih melakukan praktik-praktik kotor dengan mengatasnamakan organisasi seperti KNPI.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Posko Krisis Center KNPI Zainal Rangkuti. Zainal berujar demikian untuk menanggapi adanya sejumlah oknum yang 'memalak' para direksi di sejumlah BUMN.
Baca juga : Komisi V DPR Minta Baleg Segera Bahas RUU LLAJ
"Mereka sedang bekerja. Jangan diganggu dengan hal-hal yang memalukan," tegas Zainal melalui keterangan tertulisnya, kemarin.
BUMN yang notabene tulang punggung negara saat ini terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, Kementerian tersebut makin menunjukkan tajinya.
"Jangan recoki. Kita kawal, kita kritisi secara konstruktif kalau memang ada aspek yang perlu diperbaiki. Jangan asbun," tegas Zainal.
Baca juga : Bangsa Ini Harus Merdeka, Jangan Ada Lagi Adu Domba
Hal senada diungkapkan Ketua Bidang BUMN DPP KNPI Faisal Saimima. Faisal menyayangkan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan KNPI membuat polemik tersebut.
Apalagi saat ini Kementerian BUMN sedang berbenah dan melakukan transformasi BUMN menjadi lebih baik.
"Kita seharusnya mendukung pembenahan yang sedang dilakukan Kementerian BUMN," pungkasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya