Dark/Light Mode

Update Longsor Sumedang

Total 40 Korban Meninggal Dunia Sudah Ditemukan

Selasa, 19 Januari 2021 10:43 WIB
Operasi SAR dalam pencarian korban meninggal dunia di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Foto: BNPB)
Operasi SAR dalam pencarian korban meninggal dunia di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan longsor Sumedang berhasil menemukan seluruh korban meninggal dunia pada Senin (18/1). Merujuk data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Senin (18/1) pukul 20.26 WIB.

Total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 40 jiwa. Data ini sesuai dengan laporan warga yang kehilangan keluarga dan kerabatnya, akibat kejadian longsor tersebut.

Sementara 1.119 warga masih mengungsi di Lapangan Taman Burung, dan mengungsi mandiri di tempat kerabat yang aman dari dampak longsor.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah menyatakan, dengan ditemukannya seluruh korban meninggal, operasi SAR pun dihentikan.

Berita Terkait : Longsor Sumedang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 29 Orang, 11 Hilang

"Malam ini adalah pencarian terakhir dari penambahan waktu 3 hari. Alhamdulillah, di penambahan hari ke 10 ini,.seluruh korban berhasil ditemukan," ujar Deden saat konferensi pers di Pos Komando SMAN 1 Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/1).

Keberhasilan operasi SAR ini tak lepas dari kolaborasi dan kerja sama yang baik antar seluruh elemen baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

"Keberhasilan ini adalah berkat sinergitas dan kerja sama yang baik antara semua unsur di lapangan. Sehingga, semua korban bencana berhasil dievakuasi di hari ke 10," jelas Deden.

Meskipun operasi SAR telah dihentikan, namun tim gabungan akan kembali melakukan pencarian korban, jika ada masyarakat yang melaporkan kerabatnya yang hilang akibat longsor ini.

Berita Terkait : Total Korban Meninggal Dunia Tembus 28 Orang, 12 Hilang

"Secara data pencarian telah selesai. Tetapi, jika ada masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarga dan kerabatnya akibat longsor ini, kami akan sikapi dan tindaklanjuti," lanjut Deden.

Penanganan darurat masih terus dilakukan berdasarkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor tanggal 9 Januari - 29 Januari 2021, yang dikeluarkan oleh Bupati Sumedang.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Sumedang Eko Prastyo mengatakan, seluruh korban telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.

"Sebanyak 40 korban yang ditemukan, seluruhnya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dikebumikan," kata Eko.

Berita Terkait : Longsor Sumedang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 25 Orang

Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 miliar untuk penanganan darurat bencana longsor Sumedang.

Selain itu, BNPB memberikan ribuan bibit pohon seperti pohon Sukun 500 buah, pohon Aren 500 buah, pohon Alpukat 350 buah, pohon Mahoni 1.500 buah dan Vetiver 5.000. Pohon yang memiliki akar kuat ini, bermanfaat untuk mencegah terjadinya longsor dikemudian hari.

BNPB juga memberikan dukungan untuk mengurangi penyebaran COVID-19, berupa Mesin PCR 1 unit, Mesin RNA 1 unit, PCR Test 5.000 buah, RNA Test 5.008 buah, VTM Test 5.000 buah, Swab Antigen Test 5.000 buah, dan masker kain 1.600 buah.

Longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini telah terjadi pada Sabtu (9/1). Longsor terjadi dua kali, pertama pukul 16.00 WIB dan longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB. [HES]