Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penumpang Positif Covid Lolos Terbang, Ganjar Langsung Nyamperin Bandara Ahmad Yani

Kamis, 6 Mei 2021 19:12 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sidak di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang terkait lolosnya seorang penumpang positif Covid-19, Kamis (6/5).(Foto: Antara/Humas Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sidak di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang terkait lolosnya seorang penumpang positif Covid-19, Kamis (6/5).(Foto: Antara/Humas Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung bergegas ke Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Kota Semarang, Kamis (6/5), begitu mendengar kabar seorang penumpang Citilink yang positif Covid-19, lolos terbang ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada Rabu (5/5).

"Itu kemarin yang kasus positif bagaimana, proses validasinya seperti apa. Kenapa sampai nggak ketahuan, kalau dia positif Covid. Padahal, kalau mau naik pesawat itu kan harus menunjukkan surat negatif Covid," cecar Ganjar kepada tiga petugas jaga di Kantor Kesehatan Pelabuhan, seperti dilansir Antara, Kamis (6/5).

Salah satu petugas KKP bernama Hevny menjawab, dari proses validasi, sebenarnya sudah diketahui bahwa penumpang itu positif Covid. Tim KKP sudah memberikan tanda dengan melingkari kartu positifnya itu.

Berita Terkait : Penumpang Melonjak 16 Persen, Bandara AP l Antisipasi Larangan Mudik

Namun, Ganjar tak puas dengan jawaban tersebut. Ia kemudian bertanya, mengapa penumpang tidak ditahan di tempat untuk ditangani lebih lanjut.

Oleh petugas KKP, penumpang tersebut disarankan untuk isolasi mandiri dan tetap diizinkan melakukan penerbangan.

Menanggapi jawaban itu, Ganjar menyebut prosedur operasi standar yang dilakukan KKP salah. Seharusnya, saat ketahuan positif Covid, penumpang itu harus ditahan di tempat. Tak boleh ke mana-mana.

Berita Terkait : 44 Kasus Positif Covid Di Banyumas Terdeteksi Dari Klaster Tarawih

"Ini kan berarti dibiarkan, ada SOP yang menurut saya keliru. Saya minta diperbaiki. Jangan sampai terulang lagi. Begitu ada penumpang yang positif, secara prosedur mestinya auto-cancel untuk proses berikutnya.Tapi, ini tidak. Petugas harus diberi penjelasan lebih detail, agar tidak terulang," ujarnya.

Ganjar menilai, pihak Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan KKP harus segera melakukan evaluasi. Agar kejadian serupa tidak terulang karena membahayakan.

"KKP harus berada di garda terdepan untuk melakukan checking kesehatan. Kalau negatif, silakan ke tahap selanjutnya. Tapi kalau positif, pastikan tidak bisa ke mana-mana," tegasnya.

Berita Terkait : Komite Covid-19: Larangan Mudik Untuk Lindungi Kesehatan Masyarakat

Terkait hal tersebut, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Hardi Ariyanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang menggelar rapat membahas kejadian itu.

"Kami siap memperbaiki SOP, agar kasus serupa tidak terulang," katanya. [HES]