Dark/Light Mode

Resmikan Perpustakaan Baru, Kota Sungai Penuh Siap Ciptakan Masyarakat Produktif

Kamis, 10 Juni 2021 17:44 WIB
Peresmian Gedung Perpustakaan Kota Sungai Penuh, Jambi, Kamis (10/6). (Foto: Dok. Perpusnas)
Peresmian Gedung Perpustakaan Kota Sungai Penuh, Jambi, Kamis (10/6). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perpustakaan bagi para daerah seperti oase. Banyak manfaat dan dampak positif dirasakan pecinta perpustakaan dan masyarakat di tengah keterbatasan APBD.

Hal ini diakui Wali Kota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri ketika akan meresmikan gedung baru layanan perpustakaan Kota Sungai Penuh, Jambi, Kamis (10/6). "Sumber daya alam kami tidak banyak, namun kami berusaha untuk menciptakan sumber daya manusia yang produktif lewat perpustakaan," ujar Asafri.

Dia bercita-cita, sesuai visi misi pembangunan Kota Sungai Penuh, ingin menjadikan masyarakat yang berdaya saing dan berjiwa entrepreneur. "Jangan lagi bersikap konsumtif melainkan produktif," tambahnya.

Harapan Asafri sejalan dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Adin Bondan mengatakan, sesuai amanah UU Pemerintah Daerah, Pemda berkewajiban membangun perpustakaan. Dalam UU Perpustakaan, mekanisme pembangunan itu diatur salah satunya melalui DAK.

"Ini merupakan sumbangsih dari pemerintah pusat agar masyarakat mendapatkan ruang belajar, ruang berbagi pengalaman, ruang berketerampilan yang bisa bermanfaat bagi pengembangan kreativitas dan perbaikan kesejahteraan mereka," ujar Adin.

Adin menegaskan, penguatan sisi hulu budaya literasi yang menjadi tema besar Perpusnas tahun ini sebagai trigger (pemantik) bagi peran eksekutif maupun legislatif. Intervensi dari mereka sangat diharapkan, baik dari sisi regulasi, anggaran, ataupun dukungan kolaborasi nyata lainnya.

"Tidak ada orang pintar yang tidak membaca. Namun, saya menegaskan, rendahnya kegemaran baca bukan karena minatnya yang rendah. Melainkan minimnya sumber bahan bacaan yang bisa dibaca masyarakat, terutama di daerah 3T. Saat ini, rasio buku nasional 1:90, artinya satu buku untuk 90 orang," bebernya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu penguatan dan intervensi peran. Seperti soal kompensasi kepada penerbit/penerjemah yang belum ideal, alur distribusi buku yang lebih memihak ke daerah-daerah yang belum kuat infrastruktur literasinya hingga dukungan anggaran.

Ketua DPRD Sungai Penuh Fajran menambahkan, ruang belajar dan berbagi pengetahuan harus dibuka lebar-lebar dan berkeadilan. "DPRD akan mendukung program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat," janjinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Jambi Syamsurizal menyatakan, Kota Sungai Penuh adalah contoh bagi keberhasilan pembangunan gedung. Di 2020, Jambi mendapatkan DAK Rp 23,5 miliar untuk pembangunan gedung. Tetapi ditunda karena pandemi Covid-19, dan akan akan diupayakan kembali di tahun ini. Sedangkan, di 2021, Jambi berhasil mendapat 8 unit mobil perpustakaan keliling (MPK) dan 3 titik Pojok Baca Digital (Pocadi).

"Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jambi pada 2022 akan fokus pada pengembangan perpustakaan desa. Kantor perpustakaan desa/kelurahan akan dibenahi," terang Syamsurizal. [USU]