Dark/Light Mode

Banyak Masyarakat Bertanya

Kimia Farma Tunda Layanan Vaksinasi Covid-19 Berbayar

Selasa, 13 Juli 2021 05:42 WIB
Kimia Farma. (Foto : Istimewa).
Kimia Farma. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kimia Farma Tbk (KF) menunda layanan vaksin Gotong Royong Individu berbayar. Keputusan itu diambil karena perusahaan pelat merah tersebut ingin lebih panjang melakukan sosialisasi program tersebut kepada masyarakat.

Rencananya, vaksin ber­bayar ini mulai digelar kemarin oleh PT KF, anggota holding BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Farmasi.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno beralasan penundaan dilakukan karena banyak masyarakat yang ber­tanya soal program itu.

“Banyak pertanyaan yang masuk (soal vaksin berbayar). Sehingga membuat Manaje­men memutuskan untuk mem­perpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu,” ujarnya, melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Kimia Farma Tunda Vaksinasi Berbayar, Ini Alasannya

Ia menilai, tingginya animo masyarakat terhadap vaksin berbayar tak lain karena ingin mempercepat tercapainya keke­balan komunal (herd immunity) di Indonesia. Karenanya, perse­roan merasa perlu memperluas sosialisasi dan mengatur ulang pendaftaran calon peserta vak­sinasi berbayar.

“Karena itu kami mohon maaf. Karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai Senin (12/7) kami tunda hingga pemberita­huan selanjutnya,” akunya.

Sebelumnya, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidar­mo mengatakan, pihaknya menyediakan layanan vaksin berbayar di sejumlah klinik untuk mendukung program percepatan vaksinasi nasional dari pemerintah.

“Jadi ini bukan untuk menge­jar keuntungan atau tujuan komersial,” tegas Verdi di Ja­karta, Minggu (11/7).

Baca juga : Tak Hanya Kimia Farma, Swasta Juga Boleh Jual Vaksin Gotong Royong

Ia menyebutkan, pada tahap awal ada delapan klinik Kima Farma (KF) di delapan kota yang melayani vaksinasi Covid-19 secara berbayar. Di Jakarta, terdapat tiga klinik yakni KF Senen dan KF Pulo Gadung, KF Blok M. Lalu, KF Suprat­man (Bandung) dan KF Citarum (Semarang), KF Sukoharjo (Solo), KF Sedati (Surabaya), dan KF Batubulan (Bali).

“Dalam program Vaksinasi Gotong Royong Mandiri ini vak­sin yang digunakan Sinopharm sesuai keputusan Pemerintah,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Kimia Farma Diagnostik (KFD) Agus Chandra menjelas­kan, pihaknya menyediakan 40.000 dosis vaksin individu berbayar untuk tahap pertama penyaluran di enam kota Jawa hingga Bali.

“Masing-masing titik kami siapkan 5.000 dosis sambil meli­hat kesiapan animo maupun de­mand masyarakat,” katanya.

Baca juga : Mau Daftar Vaksinasi Berbayar Di Kimia Farma? Begini Caranya

Terkait harga, sambung dia, setiap orang diperkirakan me­makan biaya untuk dua kali dosis sekitar Rp 879.140. Terdiri atas tarif pembelian vaksin sebe­sar Rp 321.660 per dosis dan tarif layanan sebesar Rp 117.910 per dosis.

Ia memastikan, harga vaksi­nasi dalam program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) individu tersebut ditetapkan oleh Pemerintah. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.