Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ini Keuntungan Pancasila Digali Dari Kearifan Lokal

Senin, 6 Desember 2021 20:29 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Yayasan Majelis Keluarga Sakinah, Johar Jakarta Pusat, Minggu (5/12). (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Yayasan Majelis Keluarga Sakinah, Johar Jakarta Pusat, Minggu (5/12). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan, kesepakatan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, merupakan keputusan sangat strategis. Karena Pancasila digali dari sumber-sumber kearifan lokal milik bangsa Indonesia sendiri.

"Bukan diambil dari tempat lain, untuk dipaksakan digunakan menjadi dasar dan ideologi bangsa Indonesia. Sehingga Pancasila sesuai dan bisa diterima di semua wilayah Indonesia," kata Hidayat.

Hal tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Yayasan Majelis Keluarga Sakinah, Johar Jakarta Pusat, Minggu (5/12).

Berita Terkait : Tahun Depan, Kementerian BUMN Siapkan BTN Rights Issue

Mengambil sumber dari tempat lain, untuk dijadikan sebagai dasar dan ideologi negara bisa menjadi bom waktu. Seperti yang terjadi di negara Uni Soviet. Soviet memaksakan Komunisme sebagai dasar dan ideologi mereka.

Akibatnya saat negara tersebut melakukan restrukturisasi melalui kebijakan Glasnot dan Perestroika, pada 1991 Soviet malah terpecah belah menjadi beberapa negara. Sementara Soviet sendiri, hilang dari peta dunia.

"Di manapun negara, kalau ideologinya  tidak tumbuh dari dalam masyarakatnya sendiri, niscaya akan menimbulkan  bahaya di belakang hari. Karena itu beruntung kita memiliki Pancasila, yang sudah disepakati dari dulu, oleh para bapak bangsa," ujar Hidayat menambahkan.

Berita Terkait : Antisipasi Kekosongan Pemda, MPR Usul Pilkada Digelar 2023

Pancasila, kata Hidayat, terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Karena itu HNW, sapaan akrabnya mengajak segenap bangsa Indonesia menjaga dan mempertahankan Pancasila agar tidak tergantikan oleh ideologi-ideologi lain yang belum tentu cocok bagi bangsa Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR.

"Semua warga Indonesia berhak ikut Sosialisasi, terlepas suku, agama, ras dan golongannya. MPR juga sering  bekerjasama dengan siapapun untuk melaksanakan sosialisasi, baik dengan LSM, parpol, lembaga pendidikan, jamaah pengajian hingga ormas," sambung HNW.

Selain diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, empat pilar, menurut HNW juga bisa digunakan untuk meluruskan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam kehidupan sosial masyarakat, maupun berbangsa dan bernegara. [TIF]