Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, industri otomotif juga tumbuh semakin pesat. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya ekspor produk otomotif Indonesia yang saat ini sudah mencapai 80 negara, bahkan sudah menembus ke pasar Australia.
Kinerja ekspor tahun 2021, sambung dia, sebesar 294 ribu unit CBU atau keadaan utuh dengan nilai transaksi mencapai Rp 52,9 triliun. Sedangkan ekspor CKD atau terurai mencapai 91 ribu set dengan nilai Rp 1,3 triliun, dan ekspor komponen sebesar 85 juta unit dengan nilai mencapai Rp 29,3 triliun.
Baca juga : Jokowi Mau Dianugerahi Gelar Bapak Otomotif Indonesia
Kepercayaan industri otomotif dunia terhadap Indonesia juga semakin meningkat. Pada 16 Maret 2022, Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik Hyundai Manufacturing Indonesia di Deltamas, Cikarang Tengah, Jawa Barat.
“Hyundai Motor Company juga sudah menyatakan komitmennya memindahkan kantor pusat regional Asia Pacific dari semula di Mutiara Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia, ke Indonesia,” terang Bamsoet.
Baca juga : Bertemu Dubes Ahmed, Moeldoko Ajak Bahrain Investasi Di Indonesia
Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menambahkan, perhatian pemerintah dari sisi pembinaan atlet balap juga semakin meningkat. Dukungan dan sponsorship dari BUMN membuat Indonesia memiliki sejumlah pebalap berprestasi. Ada Sean Gelael yang menjadi Juara Dua Dunia FIA Endurance Trophy for LMP2 Drivers. Lalu, Mario Suryo Aji yang akan berjuang mengikuti FIM Moto3 World Championship 2022,
Untuk melahirkan atlet berkualitas internasional, lanjutnya, dibutuhkan bakat, genetika, maupun latihan termasuk dukungan dari sisi sport science. Melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemerintah telah membuat Pusat Sport Science yang beroperasi di Universitas Pendidikan Indonesia, di Bandung, Jawa Barat.
Baca juga : Situasi Global Tak Menentu, Jokowi Minta Para Gubernur Sesuaikan APBD
“Itu untuk mewujudkan target Indonesia sebagaimana tercantum dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yakni mencapai lima besar Olimpiade dan Paralimpiade pada 2045 mendatang,” tandasnya. [ONI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya