Dark/Light Mode

Terima Dubes Lu Kang

Bamsoet Ajak Investor China Bantu Pembangunan Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk

Senin, 28 Maret 2022 21:15 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) bertemu Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang, di Jakarta, Senin (28/3). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) bertemu Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang, di Jakarta, Senin (28/3). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang untuk menggerakkan investor China berinvestasi dalam pembangunan Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk sepanjang 96,21 km di Bali. Jalan tol tersebut terdiri atas 3 seksi, yakni Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 54,7 km, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 23,17 km, dan Seksi 3 Soka-Mengwi 18,9 km. Jalan tol ini mencakup 3 kabupaten di Bali yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung.

"Kehadiran Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk sangat strategis dan menjanjikan bagi investor. Karena dapat mengakomodir kendaraan dari Barat ke Timur dan sebaliknya di Bali. Serta menjadi jalur alternatif dari Pelabuhan Gilimanuk ke arah ibu kota Provinsi Bali, Denpasar. Sekaligus memangkas waktu tempuh Pelabuhan Gilimanuk ke Kawasan Metropolitan Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan dari enam jam menjadi hanya sekitar dua jam," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima Lu Kang, di Ruang Kerja Ketua MPR, di Jakarta, Senin (28/3).

Baca juga : Puan Ajak Anggota IPU Gotong Royong Bantu Pemerataan Vaksin Covid-19

Ketua DPR ke-20 ini juga mengapresiasi capaian nilai perdagangan yang telah diraih Indonesia dan China di sepanjang 2021 yang telah mencapai 110 miliar dolar AS (setara Rp 1.500 triliun). Angka ini naik 54,04 persen dari 2020. Nilai tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah perdagangan RI-China.

Bamsoet mengaku sangat berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan, dengan nilai perdagangan yang lebih berimbang di masa mendatang. Tahun 2021, Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar 2,44 miliar dolar AS atau setara Rp 35 triliun. Meskipun angka ini lebih baik dibandingkan defisit 2020 yang mencapai 7,85 miliar dolar AS atau setara Rp 112 triliun. 

Baca juga : Bamsoet Ajak Negara Dunia Bersatu Hadapi Perubahan Iklim

“Masih defisitnya neraca perdagangan Indonesia terhadap China antara lain dipengaruhi masih adanya hambatan-hambatan dagang non tarif bagi komoditas unggulan Indonesia seperti sektor pertanian, peternakan, dan perikanan," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan, selain membahas kerja sama kedua negara, pertemuan dengan Dubes Lu Kang juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai situasi dunia. Salah satunya terkait ketegangan yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina.

Baca juga : Di Dubai, Anies Ajak Investor Dunia Tanam Modal Di Jakarta

Sebagai pemimpin G20, kata Bamsoet, Indonesia akan tetap mengundang Rusia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diselenggarakan pada Oktober 2022 di Bali. Terlebih, Kedutaan Besar Rusia di Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan menghadiri KTT G20 di Bali. 

“Undangan terhadap Rusia tersebut bukan berarti menunjukkan Indonesia membenarkan tindakan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina. Melainkan untuk menjalankan kewajiban sebagai pemimpin G20 mengundang seluruh negara anggotanya seperti Rusia, China, Amerika, Inggris, dan lainnya, untuk menghadiri KTT G20," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.