Dark/Light Mode

Hadiri Konvensi Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia

Bamsoet Ingatkan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dalam Dunia Usaha

Minggu, 15 September 2024 05:29 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor (Ardin) Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, implementasi wawasan kebangsaan yang tidak optimal dalam dunia usaha, dapat berpotensi menjadi sumber hambatan dalam ekonomi dan bisnis yang mewujud pada berbagai persoalan. Seperti masalah perburuhan, konflik sosial, kerusakan lingkungan atau ketergantungan pada pihak asing.

Hal ini disampaikan Bamsoet saat menghadiri Konvensi Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia di Jakarta, Jumat (13/9/2024). Konvensi Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia, yang diikuti puluhan asosiasi dan himpunan, memutuskan perwakilan klaster berbagai bidang usaha sebagai peserta Munaslub Kadin Indonesia. Konvensi juga membahas berbagai upaya para pengusaha untuk mengatasi hambatan perekonomian dengan penyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan, teknologi, dan permodalan.

Baca juga : Orasi di HUT ke-46 FKPPI, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Pembenahan Partai Politik

"Tentunya tidak boleh melupakan pentingnya menjadikan wawasan kebangsaan sebagai elemen yang fundamental. Sehingga orientasi bisnis diletakkan pada basis kepentingan perekonomian nasional, dan bukan hanya pada kepentingan sesaat," ujar Bamsoet.

Ketua DPR ke-20 dan ini menjelaskan, menyandingkan dunia usaha dengan nilai-nilai dan wawasan kebangsaan bukanlah sebuah gagasan yang dipaksakan. Bahkan, sejatinya benang merah itu sudah ada sejak lahirnya Undang-Undang UU Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kadin. Pada bagian konsideran UU menegaskan, pembangunan nasional, khususnya pembangunan di bidang ekonomi, diselenggarakan dengan mengembangkan iklim usaha yang sehat, meningkatkan pembinaan dunia usaha, serta mendorong seluas-luasnya kesempatan partisipasi bagi segenap pelaku usaha, dengan berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

Baca juga : Beri Kuliah di Pascasarjana Unhan, Bamsoet Ingatkan Potensi Ancaman Global

Dalam konteks dunia usaha, sambung Bamsoet, nilai-nilai dan wawasan kebangsaan memiliki makna penting untuk mendorong para pelaku usaha dalam mewujudkan ketahanan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing global, serta melindungi kepentingan ekonomi nasional. "Dalam kaitan ini, Kadin Indonesia sebagai rumah besar bagi para pelaku usaha, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi, memiliki andil yang penting untuk menjadikan nilai-nilai dan wawasan kebangsaan sebagai sumber etika bisnis," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menguraikan, sedemikian pentingnya etika ekonomi dan bisnis dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara, MPR telah mengeluarkan Ketetapan MPR Nomor VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Etika Ekonomi dan Bisnis dimaksudkan agar prinsip dan perilaku ekonomi dan bisnis, dapat melahirkan kondisi dan realitas ekonomi yang bercirikan persaingan yang jujur, berkeadilan, serta terciptanya suasana kondusif untuk pemberdayaan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Baca juga : Jasindo-Telkomsel Tingkatkan Perlindungan Pelanggan Melalui Ekosistem Digital

Etika ekonomi dan bisnis juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya praktik-praktik monopoli, oligopoli serta kebijakan ekonomi yang mengarah kepada perbuatan tindak korupsi dan diskriminasi. "Prinsip-prinsip etika bisnis yang menjadi landasan penting bagi perusahaan dan bisnis saat ini, seperti nilai-nilai akuntabilitas, integritas, tanggung jawab, transparansi, keadilan, loyalitas dan kepedulian lingkungan, semuanya dapat kita gali sumbernya dari nilai-nilai dan wawasan kebangsaan," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.