Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sultan Najamudin Tumbangkan La Nyalla, DPD Dipimpin Pengusaha Service AC
Kamis, 3 Oktober 2024 08:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029 resmi punya ketua baru. Dia adalah Senator asal Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamudin. Politisi yang pernah mengawali karier sebagai tukang service AC keliling itu, berhasil menumbangkan calon petahana, La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam pemilihan yang menegangkan dan penuh emosional.
Berbeda dengan DPR, pemilihan calon pimpinan DPD berlangsung cukup dramatis. Padahal, DPR dan DPD sama-sama menggelar pemilihan pimpinan, beberapa jam usai pelantikan, Rabu (2/10/2024). Kalau pemilihan pimpinan DPR hanya sebentar, pemilihan Ketua DPD beserta 3 wakilnya, berjalan berjam-jam dan sampai lewat dini hari.
Sejak sidang paripurna pemilihan Pimpinan DPD dibuka sekitar pukul 19.30 WIB, pimpinan sementara DPD; Ismeth Abdullah dan Larasati Moriska, kebanjiran interupsi. Protes ini, terkait mekanisme pemilihan pimpinan berdasarkan paket dengan syarat dukungan calon minimal 25 persen per wilayah.
Tak hanya adu mulut, sesama anggota DPD bahkan hampir baku pukul. Salah satunya, perdebatan antara Sultan dan La Nyalla. Dua Senator yang lagi memperebutkan kursi RI7 ini, hampir adu jotos bila tidak dipisahkan oleh anggota DPD yang lain.
Panasnya suasana sempat dicairkan ketika salah seorang anggota DPD berteriak-teriak memanggil nama Alafiansyah alias Komeng. "Komeng mana nih, Komeng," kemudian dijawab uhuy oleh Senator lain.
Suasana kembali memanas, ketika pimpinan sidang sementara DPD menetapkan 2 paket pimpinan yang akan bertarung. Paket pertama adalah La Nyalla sebagai ketua, dengan 3 wakilnya; Nono Sampono, Elviana, dan Andi Muh Ihsan. Sedangkan paket kedua adalah Sultan Najamudin sebagai ketua, lalu GKR Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung, sebagai wakilnya.
Hujan protes terjadi saat 2 calon Ketua DPD: La Nyalla dan Sultan diberikan kesempatan menyampaikan visi-misinya. Dalam penyampaian visi-misinya, Sultan optimis eksistensi dan legitimasi DPD akan semakin maju di bawah kepemimpinannya. Sultan juga menawarkan kepemimpinan yang lebih kolaboratif dan humanis.
Baca juga : DPR Baru Berbau ”Dinasti”, Dari Suami-Istri Sampai Ibu-Anak
"Izinkan kami berempat hanya tampil sebagai pimpinan, bukan sebagai bos. Insya Allah, kami akan memimpin secara demokratis, tanpa tekanan," tegas Sultan.
Dia menuturkan, paket pimpinan yang dibentuknya terdiri dari orang-orang berpengalaman dalam memimpin daerah. Juga, kompeten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat daerah. "Peran Pak La Nyalla selama ini sudah baik, tapi izinkan kami menyempurnakan dengan lebih baik,” ucap Sultan, optimis.
Setelah Sultan, giliran La Nyalla yang menyampaikan visi-misi. Saat mantan Ketum PSSI ini berpidato, banyak Senator yang protes. Sebab, La Nyalla menyampaikan sambutan melebihi dari waktu yang disediakan pimpinan sidang.
"Waktu sudah habis," ujar Larasati, mengingatkan.
Akan tetapi, Ketua DPD periode 2019-2024 itu, tidak juga menyudahi sambutannya. La Nyalla tetap saja ngoceh, meskipun pimpinan sidang dan para Senator banyak yang protes.
"Marwah lembaga ini harus kita jaga, integritas kita sebagai pejabat negara harus kita jaga," kata La Nyalla dalam sambutannya.
Peringatan dari meja pimpinan kembali dilayangkan. Namun, eks Ketua Umum Kadinda Jawa Timur ini, tetap saja asyik berbicara. "Waktunya udah habis," giliran Ismeth yang mengingatkan.
Baca juga : Soal Jatah Menteri, Parpol Berdoa Dapat Lebih Banyak
Hal ini membuat banyak Senator yang menyoraki La Nyalla. Namun, La Nyalla tak bergeming. Dia baru menyelesaikan pidato, 2 menit sesudah banyak protes dari sejumlah Senator.
Selanjutnya, pemilihan pun dimulai dengan mekanisme voting. Seluruh anggota DPD yang berjumlah 151 orang itu, dipersilakan secara bergantian menuliskan nama paket yang bakal dipilihnya.
Hasilnya, paket Sultan menang dalam voting tersebut dengan meraih 95 suara. Sedangkan paket La Nyalla kalah telak dengan meraih dukungan 56 suara. Menariknya, Sultan dan La Nyalla yang sebelumnya hampir adu jotos, langsung berpelukan usai hasil voting disahkan.
Dengan hasil tersebut, maka Sultan ditetapkan sebagai Ketua DPD. Kemudian, GKR Hemas menjabat Wakil Ketua I, Yorrys Raweyai Wakil Ketua II, dan Tamsil Linrung Wakil Ketua III. Pengambilan sumpah pimpinan DPD digelar ketika waktu sudah menunjukkan pukul 02.00.WIB.
Siapa sebenarnya Sultan? Dikutip dari berbagai sumber, Sultan merupakan pria kelahiran Anggut, Pino, Bengkulu Selatan, pada 11 Mei 1979. Dia adalah jebolan Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Kemudian menempuh S2 di Universitas Prof. Dr. Moestopo.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sultan memulai kerja profesional sebagai seorang pengusaha dari nol. Ia memulai usaha dari service AC keliling, lalu berkembang membentuk perusahaan sendiri. Ia juga tercatat sebagai pengusaha di bidang penjualan senjata, bahan peledak dan tabung gas skala nasional di bawah bendera ASA karya Group.
Pada 2009, Sultan memutuskan maju sebagai calon DPD RI dapil Bengkulu dan lolos. Ia pun didaulat menjadi ketua hubungan antar-lembaga di DPD RI. Berjalan tiga tahun, Sultan mengundurkan diri dari DPD karena terpilih menjadi Wakil Gubernur Bengkulu sisa masa bakti 2010-2015. Ia kemudian maju sebagai calon gubernur Bengkulu, tapi kalah.
Baca juga : Ekonomi Masih Aman, Tapi Harus Waspada
Pada 2019, Sultan kembali maju menjadi kandidat calon DPD RI mewakili Provinsi Bengkulu dan lolos. Di periode tersebut, Sultan kemudian terpilih menjadi wakil ketua DPD RI. Saat itu, dia menjadi wakil La Nyalla.
Usai dilantik, Sultan berjanji akan membuat DPD lebih kolaboratif dan inklusif. Menurutnya, kolaborasi antara DPD dan Pemerintah atau antara legislatif dan eksekutif, bisa memperkuat peran dan wewenang DPD. Karena itu, dia berjanji akan segera menemui Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto.
"Beliau (Prabowo) yang kemarin berkali-kali menyampaikan kita harus sering bertemu, kita harus sering berdiskusi," lanjut Sultan.
Dia menjamin pertemuannya dengan Prabowo untuk memastikan kemakmuran daerah.
Diketahui, Sultan dan kolega sempat menemui Prabowo sebelum proses pemilihan pimpinan DPD.
Sultan berharap pertemuan dengan Prabowo dapat dilakukan segera. Namun, dia sendiri belum bisa memastikan kapan hal itu akan terwujud. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat," tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya