Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
NasDem DKI Tolak Keras Usulan Penarikan Retribusi Kantin Sekolah
Jumat, 22 November 2024 13:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - NasDem Jakarta menyuarakan penolakan terhadap wacana usulan Komisi C DPRD DKI Jakarta terkait pemberlakuan retribusi kantin sekolah di wilayah Jakarta, untuk menghasilkan pendapatan daerah.
Kebijakan tersebut dinilai dapat membebani operasional kantin serta berdampak pada harga makanan dan minuman yang dijual kepada siswa.
"NasDem menolak retribusi kantin sekolah," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino di Jakarta, Jumat (22/11).
Wibi menilai, usulan penarikan uang sewa kantin di sekolah ini cenderung menyusahkan para pedagang dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Maka alangkah baiknya, jika mempunyai usulan, dipikirkan dahulu merugikan masyarakat atau tidak.
Baca juga : Ketum DPP KNPI Desak Menkeu Batalkan Kenaikan Pajak Dan Rencana Tax Amnesti
"Bahwa retribusi kantin sekolah berisiko menimbulkan dampak negatif lebih besar dibandingkan manfaatnya," tuturnya.
Oleh sebab itu, Wibi yang juga Ketua DPW Partai NasDem Jakarta itu menyarankan, Pemerintah untuk membuat kebijakan yang elok, demi kemaslahatan masyarakat Jakarta. Terpenting kata dia, sebagai anggota legislatif, harus berfikir panjang bila menyampaikan sesuatu.
"Sebagai gantinya, dorong Pemerintah untuk mencari solusi lain yang tidak membebani siswa, pengelola kantin, atau kualitas pendidikan" paparnya.
Wibi menuturkan, kantin sekolah itu berfungsi sebagai bagian dari lingkungan pendidikan, yang menyediakan kebutuhan pokok siswa dengan harga terjangkau.
Baca juga : Negara Dan Aliran Sesat
"Memberikan beban retribusi kantin bisa menggeser fungsi ini menjadi terlalu berorientasi bisnis," jelasnya
Dampaknya gizi dan kesehatan siswa terancam. Sebabnya, untuk menutupi biaya tambahan, kantin mungkin memilih bahan yang lebih murah, yang dapat menurunkan kualitas dan nilai gizi makanan yang disediakan.
"Kebijakan ini dapat bertentangan dengan program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, terutama di lingkungan sekolah," urainya.
Lebih lanjut, menurut dia, pengenaan retribusi akan menambah biaya operasional kantin, yang kemungkinan besar akan diteruskan ke siswa dalam bentuk kenaikan harga makanan. Hal ini akan memberatkan siswa, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah.
Baca juga : CEO Olahkarsa Unggul Ananta Sabet Penghargaan di Ajang ACES 2024
Ia pun berpandangan, kontribusi retribusi kantin terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mungkin relatif kecil dibanding sektor lain. Fokus Pemerintah bisa diarahkan ke sumber pendapatan yang lebih signifikan tanpa mengorbankan siswa.
"Pemanfaatan aset sekolah bisa dilakukan dengan cara lain, misalnya melalui sponsor atau program kerja sama yang tidak membebani kantin," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya