Dark/Light Mode

Hemat Rp 1 Juta per Bulan, Motor Listrik Jadi Pilihan Energi Bersih Warga Bekasi

Kamis, 14 November 2024 20:17 WIB
Ilustrasi motor listrik. (Foto: dok. PLN)
Ilustrasi motor listrik. (Foto: dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keputusan Fahrur Rozi (30 tahun) untuk beralih ke motor listrik sejak Agustus 2024 rupanya benar-benar tepat. Promosi produk yang mengklaim bahwa motor listrik lebih irit bukan bualan semata.

“Per bulan, biasanya saya menghabiskan (uang) bensin sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. Tapi, kalau pakai motor listrik, saya cuma nambah tagihan listrik sekitar Rp 250-Rp 300 ribu. Apalagi, tidak ada biaya untuk penggantian oli dan minim biaya perawatan,” cerita Rozi, Selasa (12/11/2024).

Selama lima hari dalam seminggu, Rozi berkendara sekitar 70 kilometer untuk pulang dan pergi dari rumahnya di wilayah Tambun, Bekasi, Jawa Barat menuju kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Lebih dari sekadar irit, isu polusi udara yang menggelayuti ibu kota dan kota-kota besar di Indonesia turut menjadi pertimbangan Rozi untuk menanggalkan motor matic-nya dan beralih ke motor listrik.

“Polusi udara karena kendaraan bermotor berbahan bakar fosil sudah sepatutnya kita atasi dengan serius,” ucap Rozi.

Baca juga : Kebut 3 Juta Rumah, Menteri Ara Gandeng ATR Identifikasi Lahan

Upaya Gacor Beralih ke Energi Bersih 

Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) memang menjadi fokus pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Hal tersebut juga mendorong upaya efisiensi dan konservasi energi nasional dalam mendukung transisi energi menuju pemanfaatan energi bersih berkelanjutan.

Untuk memaksimalkan terbentuknya ekosistem KBLBB, pemerintah terus mengupayakan sejumlah langkah dan terobosan.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), misalnya, memberikan diskon biaya pemasangan baru serta penambahan daya listrik untuk mengakomodasi kebutuhan listrik harian dan listrik untuk pengisian daya kendaraan listrik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, perseroan mendukung penuh akselerasi penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan upaya transisi energi dalam mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Baca juga : Prabowo: Retreat Magelang Bukan Militeristik, Tapi The Military Way

“Kami terus mendorong percepatan transisi energi di sektor transportasi. PLN sangat mendukung masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil jadi kendaraan rendah emisi,” kata Darmawan dalam keterangan resminya.

Tak sampai di situ. PLN juga sudah memulai pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, seperti penyediaan charging station yang tersebar di berbagai daerah.

Hingga Mei 2024, tercatat telah ada 1.370 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 9.886 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), dan 2.182 Stasiun Penukaran Baterai Listrik Umum (SPBKLU).

"PLN juga berinovasi mengembangkan 2.000 unit SPKLU pada tiang listrik (Pole Mounted) yang tersebar di seluruh Indonesia,” ucap Darmawan.

Menariknya, PLN juga mengembangkan infrastruktur nonfisik, yaitu dengan fitur EV Digital Services (EVDS) di Super Apps PLN Mobile.

Baca juga : Pimpinan Wahdi Center Doakan Harris Jadi Pemimpin Amanah & Dicintai Rakyat Bekasi

Melalui fitur ini, para pengguna kendaraan listrik dapat mengetahui keberadaan charging station terdekat dan layanan test drive, mengajukan pemasangan layanan home charging, mengakses marketplace untuk membeli kendaran listrik, serta mengatur rencana perjalanan jauh. 

Dengan berbagai kemudahan tersebut, masyarakat pun diharapkan bisa lebih terdorong untuk menyukseskan program Swasembada Energi Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu langkah Swasembada Energi adalah mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjadikan Indonesia sebagai raja energi hijau dunia (superpower) dalam bidang energi baru dan terbarukan (renewables) dan energi berbasis bahan baku nabati (bioenergy).

“Meski sedikit, saya ingin ikut andil dalam (penggunaan) energi yang lebih baik untuk bumi,” tegas Rozi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.