Dark/Light Mode

PKB Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Judi Online

Jumat, 6 Desember 2024 16:46 WIB
Anggota Komisi I Fraksi PKB DPR, Syamsu Rizal
Anggota Komisi I Fraksi PKB DPR, Syamsu Rizal

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I Fraksi PKB DPR, Syamsu Rizal mengajak semua masyarakat untuk memerangi judi online (Judol) yang telah memakan banyak korban. 

Menurut dia, dibutuhkan kemauan dan keberanian dalam menyapu bersih praktik judi yang berdampak buruk bagi masyarakat. 

Saat ini, kata Rizal, Indonesia betul-betul sedang berduka. Sebab, ada perilaku masyarakat yang dikondisikan para oknum terkait dengan tujuan untuk mengeruk keuntungan. Perilaku itu telah merusak tananan moral di tengah masyarakat. 

“Bahkan perilaku itu merusak tatanan berbangsa dan bernegara. Perilaku itu dinamakan judol,” ungkapnya.

Baca juga : Atalanta Dijagokan Juara Seri A Musim Ini

Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal mengatakan, masalah judol menjadi perhatian utama pemerintahan Prabowo Subianto. Semua pihak, baik DPR, kementerian, kepolisian, dan institusi terkait lainnya sedang fokus membersihkan judol  sampai tuntas.

“Semua pihak fokus bagaimana judol menjadi zero di Indonesia. Betul –betul zero, hilang dari Indonesia,” tegasnya. 

Walaupun Kementerin Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa judol sangat sulit bersih., karena hilang satu tumbuh seribu, tapi pihaknya tetap yakin judol bisa dibersihkan dari Indonesia. Asalkan ada kemauan dari seluruh anak bangsa untuk menyelamatkan negeri ini.

“Insya Allah, jika ada kemauan dari semua anak bangsa, judi online bisa dibersihkan sampai zero,” terang Deng Ical.

Baca juga : Ke MUI, Menkomdigi Ajak Dai Perangi Judi Online

Legislastor dari Dapil Sulawesi Selatan I itu menegaskan, tidak ada yang sulit dalam memerangi judol. Hal itu bisa dilakukan jika ada kemauan dan keberanian. Khususnya, dari anak-anak muda yang melek teknologi. Generasi muda juga harus ikut membersihkan judol.

“Maka kami mengajak semua pihak untuk berani memberantas judol. Jangan sampai kalah oleh para oknum yang merusak bangsa,” tandasnya.

Deng Ical mengatakan, selama ini persoalan judol hanya fokus  pada aktivitas menutup atau memblokir situsnya. Pemerintah juga mencari tahu dan membuka ke publik siapa yang menjadi pengembang situs judol dan dimana situs itu dikembangkan.

“Banyak tools yang yang bisa memperlihatkan pengembang dan dimana situs online itu dikembangkan,” bebernya.

Baca juga : Rustini Muhaimin Ajak Kaum Perempuan Perangi Judol & Pinjol

Untuk melakukan penindakan, lanjut Deng Ical, semestinya Komidigi membuka data tersebut. Jika ternyata situs judol itu teregister di negara lain, maka pemerintah bisa memanggil duta besar negara terkait untuk meminta bantuannya.

Dia menambahkan bahwa judol  adalah judi yang terbuka, bisa diakses dimana saja, oleh siapa saja dan kapan saja, termasuk siapa pengembangnya. Jadi sebenarnya tidak sulit untuk mengetahuinya.

“Kita harus tuntaskan masalah judol itu, karena judol ini pada dasarnya ialah penipuan berkedok permainan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.