Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Panen Raya Di Bantul, Titiek Soeharto Minta Bulog Beli Gabah Petani
Rabu, 15 Januari 2025 21:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera menyerap gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah, yaitu Rp 6.500 per kilogram.
Pembelian Bulog ini sangat penting selain meningkatkan cadangan beras Pemerintah, juga stabilisasi harga dan memastikan petani untung di tengah panen raya petani yang saat ini berlangsung di berbagai sentra padi.
“Sangat disayangkan pada saat panen ini harga gabahnya turun dan tentunya ini akan merugikan petani karena gabahya dibeli tidak sesuai HPP yaitu Rp 6.500," kata Siti Hediati Hariyadi saat meninjau panen raya petani bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (15/1/2025).
Titiek, sapaan Siti Hediati Hariyadi mengungkapkan, harga gabah di tingkat petani di daerah Bantul saat ini sebesar Rp 5.500 per kilogram, jauh di bawah HPP Rp 6500 per kilogram.
Baca juga : Raline Shah Ngaku Tak Pernah Bermimpi Gabung Di Pemerintahan
Dia pun meminta Bulog segera membeli panen para petani ini agar petani tidak sampai merugi. Politisi Fraksi Gerindra ini mengingatkan, Bulog sebagai lembaga yang menyerap gabah sebagai upaya stabilisasi harga dan meningkatkan cadangan beras Pemerintah harus benar-benar dioptimalkan.
Sebab hasil produksi petani Bantul saat ini terus mengalami kenaikan. Rata-rata produktivitas di Bantul mencapai kurang lebih 7 ton per hektare.
“DPR mengimbau agar Bulog melaksanakan fungsinya menyerap berapapun hasil yang dipanen petani. Bulog harus kerja keras agar semua bantuan yang diberikan Pemerintah tidak sia-sia,” wantinya.
Di lokasi yang sama, petani Desa Poncosari, Kepanewon Srandakan, Kabupayen Bantul, Purnomo, mengaku baru mengetahui penetapan harga gabah sesuai HPP adalah sebesar Rp 6.500 per kilogram. Mereka mengaku selama ini hanya menjual di bawah HPP yaitu Rp5.500 sampai Rp 5.800.
Baca juga : Pemerintah Mau Capai Swasembada Pangan
“Sekarang kami sudah tahu dan kami meminta Bulog segera membelinya,” harap Purnomo.
Dari sisi produksi, kata Purnomo, para petani berhasil menghasilkan 6 hingga 7 ton per hektare. Benih yang digunakan hanya 2 jenis yaitu Inpari 32 dan Inpari 42. Semua benih merupakan bantuan Pemerintah termasuk ketersediaan pupuk subsidi.
“Kalau dari sisi benih kita gunakan yang 42 karena yang 32 bulirnya kecil-kecil sehingga sulit diserap,” jelasnya.
Purnomo mengaku, selama ini pembelian gabah petani di desanya tidak pernah dilakukan Bulog. Pembelian gabah justru dilakukan para juragan atau para pemodal besar yang memberikan fasilitas alat mesin panen sehingga prosesnya jauh lebih cepat.
Baca juga : Audrey Davis, Mantan Tidak Minta Maaf Sebar Video Syur
“Sekarang saatnya Bulog melakukan penyerapan secara maksimal. Saya akan kasih tahu petani lainnya untuk menjual langsung ke Bulog,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya