Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Senayan Beri Dukungan
Dengan 16 T, Bulog Gampang Beli 3 Juta Ton Beras Petani
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Perum Bulog membeli beras dari petani sebanyak 3 juta ton hingga April 2025. Dengan dukungan anggaran mencapai Rp 16 triliun, Bulog bisa memenuhi gudangnya dengan beras petani.
Anggota Komisi IV DPR Slamet mengatakan, Pemerintah punya dana untuk membeli beras petani. "Tugas Bulog itu bukan 'Mission Impossible' (membeli beras 3 juta ton dalam 3 bulan)," ucapnya, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Slamet mengatakan, Bulog sebelumnya memang kesulitan membeli hasil panen petani. Perannya dibatasi hanya untuk memenuhi kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Kemampuan menyerapnya pun tidak sampai 3 persen dari produksi petani. Kondisi ini diperparah dengan besarnya kepentingan untuk mengimpor beras.
Baca juga : BTN Syariah Potensial Jadi Pemain Besar
Kemudian, Presiden Prabowo mengambil langkah tidak akan mengimpor beras tahun ini dan menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram dan beras Rp 12 ribu per kilogram. Langkah ini disokong dana APBN Rp 16 triliun.
Slamet sangat yakin, target Pemerintah membeli setara beras 3 juta ton bakal tercapai. "Kalau sekarang dengan diberi modal segitu, Bulog pasti tidak sulit. Tinggal bagaimana pendekatan Bulog. Dan harus dipastikan tidak ada oknum yang bermain," tegas politisi Fraksi PKS ini.
Dia menambahkan, DPR akan melakukan pengawalan terhadap pembelian gabah petani ini agar keinginan baik dari Presiden betul-betul dijalankan. Apalagi saat ini di panen padi dalam masa puncak-puncaknya.
Baca juga : Pemerintah Siap Kucurkan Modal Hingga Rp 10 Miliar
"Di daerah sedang panen raya. Dengan Presiden sudah mengeluarkan statement tidak akan ada impor, mau nggak mau harus menyerap gabah petani. Catatannya, Bulog harus berani bersaing dengan konglomerasi dan korporasi lain," ucapnya.
Direktur Perum Bulog Wahyu Suparyono siap menjalankan tugas Presiden Prabowo untuk menyerap beras sebanyak 3 juta ton dalam waktu 3 bulan ke depan. Dia memastikan, seluruh pergudangan bisa menampung beras milik petani tersebut.
"Gudang sudah kita siapkan. Kami akan bekerja sama dengan BUMN lain, dengan polisi, TNI dan juga Kemendag (Kementerian Perdagangan) apabila space-nya masih kurang," tegas Wahyu.
Baca juga : Program Pangan Murah Digeber Jelang Ramadan
Stok beras di gudang Bulog saat ini ada sebanyak 2 juta ton. Ruang yang tersedia untuk menampung beras hasil petani masih tersisa 1,5 juta ton. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan ID.Food terkait penggunaan gudang. "Itu bagian dari upaya untuk memenuhi serapan kita," jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.