Dark/Light Mode

Abraham: Penembakan WNI Bukti Nyawa PMI Tak Ada Harganya Di Mata Malaysia

Rabu, 5 Februari 2025 15:46 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja. Foto: Istimewa
Anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja mengecam keras tindakan insiden penembakan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Abraham mempertanyakan keseriusan Pemerintah Malaysia dalam melindungi nyawa para buruh migran.

“Apakah ini bukti bahwa nyawa buruh migran kita tidak ada harganya di mata mereka?” tanya Abraham dalam keterangannya, Rabu (5/2/2025).

Pernyataan ini muncul menyusul ketidakkonsistenan keterangan dari pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dan Menteri Dalam Negeri Malaysia.

Baca juga : Ibas: Pendidikan Konstitusi Dan Empat Pilar Kebangsaan Harus Dibikin Menarik

APMM menyebutkan penembakan dilakukan karena WNI melakukan perlawanan, sementara Menteri Dalam Negeri Malaysia menyatakan bahwa tembakan tersebut bertujuan melumpuhkan mesin kapal dan tidak disengaja mengenai WNI.

“Keterangan yang saling bertolak belakang ini justru memperlihatkan ada yang disembunyikan. Kalau memang tidak ada yang ditutupi, kenapa tidak satu suara?” tutur Abraham.

Dia menegaskan, terlepas apakah insiden ini terkait dugaan penyelundupan atau pelanggaran imigrasi, tidak ada justifikasi untuk menembak WNI hingga kehilangan nyawa.

Baca juga : Pertamina Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga LPG 3 Kg

“Faktanya, ratusan ribu hingga jutaan WNI bisa masuk Malaysia secara tidak prosedural. Apakah mungkin itu terjadi tanpa ada yang ‘menutup sebelah mata’ di sana?” duganya.

Sebagai perbandingan, Abraham menyoroti bagaimana Pemerintah Indonesia bertindak tegas dalam kasus pemerasan terhadap warga Malaysia di Jakarta yang dilakukan oleh oknum kepolisian.

“Kita langsung beri sanksi tegas, mutasi oknum tersebut, dan kembalikan uangnya. Itu sikap gentleman. Kalau salah, ya akui salah, jangan berlindung di balik alasan yang dibuat-buat,” tambahnya.

Baca juga : Geram Penembakan 5 WNI, DPR Dorong Pemerintah Kirim Nota Protes Ke Malaysia

Abraham Sridjaja menutup pernyataannya dengan desakan keras kepada Pemerintah Malaysia untuk mengusut tuntas kasus ini secara jujur dan transparan, memastikan keadilan bagi para korban, dan mencegah agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.