Dark/Light Mode

375 Titik Internet Gratis Hadir Di Sulsel, Frederik Tunaikan Janji

Selasa, 18 Februari 2025 15:57 WIB
Anggota Komisi I DPR Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang. Foto: Istimewa
Anggota Komisi I DPR Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang merealisasikan janjinya untuk membantu pengadaan jaringan internet di sejumlah wilayah di daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan 3, yang merupakan basis konstituennya.

Melalui program reses pada Desember 2024 lalu, Frederik bekerja sama dengan BAKTI Kominfo dan telah menyalurkan 375 titik VSAT (Very Small Aperture Terminal) di sembilan kabupaten dan kota.

VSAT adalah sistem komunikasi satelit yang dapat menyediakan akses internet ke daerah terpencil. Teknologi ini menggunakan antena parabola kecil untuk mengirim dan menerima data, sehingga memungkinkan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur kabel mendapatkan koneksi internet yang stabil.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Senin 10 Februari Hadir Di Burger King Harapan Indah

Frederik Kalalembang menegaskan bahwa pengadaan jaringan internet ini merupakan bagian dari komitmennya untuk mendukung pemerataan akses digital, khususnya di wilayah pedesaan dan pelosok.

“Akses internet adalah kebutuhan dasar di era digital ini. Dengan adanya VSAT di wilayah-wilayah terpencil, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan informasi, meningkatkan pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Frederik dalam keterangan persnya, Senin (17/2/2025).

Adapun rincian penyaluran 375 titik VSAT antara lain, Kabupaten Enrekang 66 titik, Kabupaten Luwu 102 titik, Kabupaten Luwu Timur 44 titik, Kabupaten Luwu Utara 45 titik, Kabupaten Pinrang 28 titik, Kabupaten Sidrap 27 titik, Kabupaten Tana Toraja 44 titik, Kabupaten Toraja Utara 14 titik, dan Kota Palopo: 5 titik.

Baca juga : Para Kepala Daerah Agar Tunaikan Janji Kampanye

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail menegaskan bahwa akses internet di daerah terpencil tetap menjadi prioritas utama program Komdigi dan BAKTI.

Meskipun Pemerintah melakukan efisiensi anggaran, Ismail memastikan hal itu tidak akan mengganggu akses internet masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang mengandalkan infrastruktur telekomunikasi berbasis satelit seperti VSAT.

Untuk diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terdampak efisiensi anggaran sebesar Rp 3,84 triliun, yang setara dengan 49,57 persen dari pagu anggaran Komdigi pada 2025. Meski demikian, Komdigi berkomitmen agar layanan internet tetap berjalan optimal.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Senin 20 Januari Hadir Di Burger King Harapan Indah

“Terhadap program prioritas yang perlu dilakukan reprioritas, kami mengupayakan agar layanan publik Kemkomdigi dapat terus berlanjut," tegas Ismail dalam rapat bersama Komisi I DPR, Kamis (13/2/2025) lalu.

Layanan tersebut, kata Ismail, termasuk penyediaan infrastruktur telekomunikasi, Base Transceiver Station (BTS), akses internet, dan layanan spektrum frekuensi radio serta orbit satelit.

Berikutnya, layanan standardisasi perangkat telekomunikasi, pengendalian konten negatif, pusat data nasional, serta pusat monitoring telekomunikasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.