Dark/Light Mode

Bentuk Panja, Komisi VI DPR Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi

Rabu, 19 Februari 2025 14:50 WIB
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi VI DPR membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Tata Kelola Kawasan Batam (Panja BP Batam). Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengatakan, Panja ini sudah mulai bekerja. Panja bahkan telah menggelar rapat internal untuk menyusun kerja ke depan.

"Panja, hari ini, mulai bekerja dan kami tadi sudah melaksanakan rapat internal Panja," kata Andre, dalam konferensi pers, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Andre menyatakan, Panja BP Batam juga membuka posko aduan terkait persoalan usaha di Batam. Panja BP membuka ruang selebar-lebarnya kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk melapor ke Komisi VI DPR jika memang merasa mendapat masalah saat ingin membuka usaha di Batam, baik dari perizinan atau sengketa tanah.

"Komisi VI membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat kepada para pihak, para pelaku usaha untuk segera bisa melaporkan ke Komisi VI, sehingga kami nanti bisa langsung bertemu dengan teman-teman para pihak yang mungkin punya masalah yang belum bisa diselesaikan," kata Andre.

Baca juga : Menperin: Aksi Premanisme Di Kawasan Industri Bisa Hambat Investasi

Dia menambahkan, pembentukan Panja dilatarbelakangi banyaknya aduan masyarakat atau pelaku usaha ke Komisi VI. Khususnya, terkait sulitnya birokrasi izin membuka usaha di Batam.

Untuk itu, legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu menekankan, sebelum mengawali kerjanya, Panja akan melakukan belanja masalah dari para pihak atau pelaku usaha.

"Panja ini kita bentuk karena memang begitu banyak aduan yang datang ke Komisi VI terhadap permasalahan Batam. Kita lihat Batam sekarang, cita-cita berdirinya kan ingin menyaingi Singapura, tapi ternyata tidak maksimal dan terkesan banyak permasalahan. Karena begitu banyak aduan, kami terima akhirnya memutuskan untuk membentuk Panja BP Batam," ucap dia.

Setelah menerima segala aduan dari berbagai pihak, kata Andre, Panja BP Batam akan menemui para pakar termasuk pejabat-pejabat di pemerintahan untuk meminta masukan ataupun penjelasan. Dia pun memastikan, langkah itu atas seizin Pimpinan DPR.

Baca juga : Seratus Hari Reformasi Pendidikan: Efisiensi atau Ilusi?

"Tentu dengan atas izin Komisi terkait dan juga Pimpinan DPR, kita akan undang berbagai Kementerian mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian ATR, Kepala BPN dan juga Kementerian Keuangan, terkhusus Dirjen Pajak dan Bea Cukai," kata dia.

Pihaknya juga akan mengundang Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan berbagai instansi yang dianggap terkait dengan permasalahan di kawasan Batam ini.

Andre kembali menegaskan, jika setiap sikap atau tindakan yang dilakukan Panja BP Batam harus dengan izin Pimpinan DPR. Atas hal tersebut, Andre mempersilakan para pelaku usaha untuk tidak ragu mengadukan semua persoalan usahannya kepada Komisi VI DPR.

"Silakan masyarakat yang ingin mengadu ke Komisi VI atau berkirim surat. Kami nanti akan mengadakan RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) secara terbuka bagi teman-teman yang akan memberikan informasi dan juga aduan kepada kami," katanya.

Baca juga : Tekan Emisi Karbon, Pertamina Optimalkan EBT Dan Bioenergi

Andre juga menyatakan, Panja BP Batam akan melakukan kunjungan ke lapangan untuk menemui para pihak yang bermasalah secara langsung. Artinya, kerja Panja BP Batam bukan hanya menggelar rapat di Komisi VI DPR.

"Panja Pengawasan Tata Kelola Kawasan Batam ini dalam rangka mengurai masalah menyelesaikan masalah, membantu menyelesaikan masalah, dan memberikan solusi kepada BP Batam, nanti kepada Pemerintah. Tujuannya, dalam rangka agar ke depan tujuan cita-cita awalnya Batam ini dibentuk bisa terwujud," katanya.

Andre mengungkapkan, Komisi VI DPR tidak ingin Batam terpuruk. Dia ingin Batam di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu daerah tujuan investasi.

"Menjadi tujuan pembangunan bangkitnya industrialisasi dan juga ekonomi tumbuh di sana dan bisa menyangi Singapura," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.