Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Bahan Pokok Melambung
Mulan Jameela Dengarkan Keluhan Ibu Rumah Tangga
Selasa, 4 Maret 2025 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Harga bahan pokok saat ini masih cukup tinggi di tengah-tengah masyarakat. Daya beli makin lemah dan berpengaruh terhadap situasi rumah tangga. Emak-emak menjerit lantaran uang belanja tidak cukup untuk kebutuhan makan keluarga.
Situasi tersebut dipaparkan Anggota Komisi VI DPR R. Wulansari alias Mulan Jameela. Dia juga mendapati harga sejumlah bahan pangan kebutuhan masyarakat menghadapi Ramadan dan Idulfitri ini naik signifikan. Misalnya, harga minyak subsidi untuk Minyakita saja itu sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 17.200 per liter.
"Ini kan sangat jauh (dari HET), nah bagaimana menyikapi kejadian seperti ini?" tanya Mulan dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Direksi Bulog, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/3/2025).
Baca juga : Maksimalkan Bansos Dan Stimulus Khusus Lebaran
Dia mendapati, beberapa harga pangan ini mengalami kenaikan, berbeda dengan fakta di lapangan. Seperti cabe rawit yang menurut Pemerintah harganya rata-rata sebesar Rp 81.700 per kilogram, tapi di lapangan Rp 120 ribu per kilogram. Begitu juga bawang putih yang menurut Pemerintah Rp 44.200 per kilogram, tapi di lapangan Rp 60 ribu per kilogram.
"Bawang merah juga kurang lebih seperti itu. Artinya harga mencuat. Belum lagi daging, harganya juga demikian. Yang ingin saya sampaikan, kenapa sih kesannya seperti aji mumpung. Lagi puasa dan lebaran suka-suka saja deh harganya naik," tegasnya.
Istri dari musisi Ahmad Dhani ini mendapat laporan kalau banyak istri kena semprot suami karena uang belanja yang diberikan tidak cukup untuk kebutuhan makan. Ada video ibu rumah tangga dimarahi suami perkara uang belanja Rp 50 ribu tapi tidak bisa dapat apa-apa.
Baca juga : Bulog Diminta Jaga Stok Dan Stabilkan Harga Beras
"Sampai ada kepala rumah tangga, bikin konten ternyata memang 50 ribu cuma dapat bawang putih, cabe, sama apalah beberapa. Artinya gimana mau masak kalau belum dapat lauknya. Bawang putih, bawang merah, cabe, mungkin sama telur. Belum beras. Beras sekilo saja berapa? Padahal itu bukan hari besar, hari biasa," ungkapnya.
Karena itu, dia berharap ada terobosan berarti dari Pemerintah agar pangan ini benar-benar terjangkau masyarakat. Tidak hanya pada hari-hari biasa saja, tapi juga saat hari-hari besar keagamaan seperti puasa dan lebaran.
"Apalagi kan kita ini biasanya kalau bulan puasa ingin buka-nya yang enak-enak. Nah gimana mau enak, harganya mahal semua. Ini minyak saja ada HET Rp 15.700, di pasar Rp 17.200, belum yang lain-lain. Kan bingung gitu. Yang korban siapa lagi, ya ibu-ibu yang dimarahi sama bapaknya," tambahnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya