Dark/Light Mode

Hadiri Liga Muslim Dunia, Muzani Bicara Persatuan Dan Pancasila

Jumat, 7 Maret 2025 13:48 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri konferensi Liga Muslim Dunia yang bertajuk Menuju Persatuan Islam yang Efektif di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (6/3/2025) malam. Foto: MPR
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri konferensi Liga Muslim Dunia yang bertajuk Menuju Persatuan Islam yang Efektif di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (6/3/2025) malam. Foto: MPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri konferensi Liga Muslim Dunia yang bertajuk Menuju Persatuan Islam yang Efektif di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (6/3/2025) malam.

Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan tentang dasar negara Pancasila yang berperan penting dalam awal kemerdekaan bangsa Indonesia.

Di awal kemerdekaan, Muzani menjelaskan, banyak tokoh bangsa yang berdebat tentang dasar negeri Indonesia berlandaskan nilai-nilai Islam atau nasionalis, bahkan sekuler.

Namun, pada akhirnya Pancasila dipilih sebagai jalan Tengah untuk menyatukan perbedaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Berbulan-bulan pemimpin-pemimpin kami, tokoh-tokoh kami bahkan para ulama kami berdebat untuk menemukan dasar negara Republik Indonesia yang akan merdeka. Akhirnya setelah lama kita berdebat, kita bisa merumuskan jalan tengah yakni Pancasila. Pancasila adalah jalan tengah yang bisa mempertemukan di antara kami karena sesungguhnya kami adalah bangsa yang dengan rumpun berbeda-beda,” kata Muzani di hadapan mufti dan cendikiawan muslim dunia itu.

Baca juga : Menang Telak Lawan Persik, Maung Bandung Mantap Ke Padang

Saat ini, katanya, Indonesia merupakan negara Islam terbesar kedua di dunia dengan jumlah 230 juta jiwa penduduk muslim sekitar 87 persen dari total 280 juta jiwa penduduk Indonesia.

Disebutkannya, Indonesia negara besar yang terdiri dari 17 ribu pulau, 13 ribu suku, dan 700 bahasa yang berbeda. Tentu, kata Muzani, fakta ini menjadi bukti bahwa perbedaan menjadi identitas dan kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Perbedaan itu kemudian diikrarkan dalam satu bahasa yakni bahasa Indonesia yang merupakan bahasa yang berasal dari rumpun melayu.

“Ikatan yang pertama kami lakukan adalah kami mengikatkan diri dalam bahasa yang sama. Di antara kami, kami menyepakati rumpun bahasa Melayu. Bahasa yang bukan bahasa mayoritas menjadi bahasa persatuan. Itulah cikal bakal bahasa Indonesia yang sampai sekarang digunakan oleh seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Namun, Muzani melanjutkan, berbagai pergolakan yang didasarkan ideologi pernah terjadi dan dialami oleh bangsa Indonesia. Pergolakan juga terjadi diakibatkan perbedaan visi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Baca juga : Paul Munster: Persebaya Siap Hadapi PSM Makassar

Pengalaman-pengalaman itu dijadikan pembelajaran oleh Presiden Prabowo Subianto agar kedepan hal-hal serupa tidak terjadi lagi.

Menurut Muzani, Presiden Prabowo sangat memberi perhatian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Bagi Prabowo, katanya, persatuan bangsa Indonesia adalah segala-galanya.

Seluruh pembangunan dan kekayaan alam yang ada di Indonesia hanya bisa dilakukan jika ada persatuan dan kebersamaan di antara rakyat dan pemimpinnya.

“Bagi Presiden Prabowo bahwa persatuan adalah segala-galanya. Seluruh kekayaan dan sumber daya alam serta Pembangunan dalam bentuk apapun akan berhasil jika kita tetap utuh dan bersatu. Itulah yang sedang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto," ujar Muzani.

"Maka beliau sekarang sedang menggalakkan makan bergizi gratis bagi seluruh anak pelajar dan santri dari seluruh Indonesia. Target untuk memberi makan bergizi ini adalah 82 juta anak setiap hari. Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan sumber daya manusia bangsa Indonesia pada masa-masa yang akan datang. Kami ingin menjadi bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang bangsa yang sehat, bangsa yang pintar dan bangsa yang bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain," paparnya.

Baca juga : Resmi, Tijjani Reijnders Sampai 2030 Di AC Milan

Sekjen Partai Gerindra itu menyadari sepenuhnya bahwa agama memberi dorongan terhadap hal itu. Islam memberi semangat terhadap hal itu.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa nilai Islam adalah nilai yang luhur dan tinggi. karena itu kami tidak kecil hati dan harus percaya diri dengan semangat Islam bangsa Indonesia bisa bersatu dengan kekuatan-kekuatan yang sama dengan bangsa lain," tutup Muzani.

Dalam konferensi ini yang turut menjadi pembicara adalah Sekjen Liga Muslim Dunia, Muhammad Abdul Karim Al-Isa. Para mufti, cendikiawan, dan imam besar dari negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI.

Konferensi ini telah berjalan dua kali dan yang pertama ketika itu bertajuk “Membangun Jembatan antara Mahzab-mahzab Islam”.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.