Dark/Light Mode

Indonesia Di Tengah Perang Dagang AS

Tidak Ada Jalan Lain, Kita Harus Negosiasi

Rabu, 16 April 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR RI).
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto. (Foto: Dok. DPR RI).

 Sebelumnya 
Bendahara Megawati Institute ini mengatakan, memang ada keinginan untuk diversifikasi pasar dan produk imbas dari tarif 32 persen dari AS ini. Namun masalahnya, hal ini tidak bisa serta merta dilakukan mengingat selama ini pasar tekstil dan furnitur asal Indonesia sangat terbatas.

Darmadi mengaku sudah mengingatkan hal ini sejak lama kepada Kementerian Perdagangan untuk perluasan pasar ini, namun tetap saja sulit dilakukan. Sehingga pasar ekspor Indonesia tidak pernah berubah, tetap itu saja.

Situasi ini tentu tidak akan menguntungkan Indonesia. Sebab, begitu China melakukan retariasi, maka ketika terjadi resesi atau depresi akibat akses kapasiti produk yang terbatas. Produk China akan menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga : WIKA Sukses Kantongi Kontrak Rp 2,16 Triliun

“Katanya sekarang diversifikasi pasar maupun diversifikasi produk, tapi itu nggak mungkin dalam semalam. Butuh proses panjang. Kami di DPR sudah mengingatkan bertahun-tahun, tolong direformulasi strategi perdagangan luar negerinya, tetapi itu nggak penah dilakukan,” ungkapnya.

Darmadi lalu menyoroti minimnya terobosan Kementerian Perdagangan (Kemendag) daam memaksimalkan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri. Padahal ITPC ini hampir di seluruh belahan dunia ada, baik di Eropa, Amerika Latin, bahkan hingga Afrika. Tetapi tetap saja reformulasi strategi dari para ITPC ini tidak pernah dilakukan.

“Saya setiap ke luar negeri pasti kunjungi ITPC, aduh Masya Allah, jelek sekali. Strateginya nggak ada, database-nya nggak lengkap dan sebagainya,” tandasnya.

Baca juga : Airlangga: Sektor Energi Diminati Investor Rusia

Hal ini, lanjutnya, menjadi tantangan. Bagaimana kita mau mengambil pasar ekspor di luar negeri sementara kita punya alat.

“Kita tidak manfaatkan dan kita keluarkan biaya yang cukup besar. ini menjadi titik poin juga,” katanya lirih. KAL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Rabu, 16 April 2025 dengan judul "Indonesia Di Tengah Perang Dagang AS, Tidak Ada Jalan Lain, Kita Harus Negosiasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.