Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perkuat Kerja Sama Dagang & Investasi
Airlangga: Sektor Energi Diminati Investor Rusia
Rabu, 16 April 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Forum Bisnis Indonesia-Rusia kembali digelar di Jakarta. Event tersebut mempertemukan lebih dari 30 perusahaan asal Kremlin dengan para pelaku usaha Tanah Air. Acara ini penting untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis antara kedua negara. Khususnya dalam mendorong investasi dan kerja sama dagang lintas sektor.
Pemerintah Indonesia menargetkan investasi sebesar 800 miliar dolar AS atau sekitar Rp 13.360 triliun dalam lima tahun ke depan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Untuk mencapainya, peningkatan kemitraan perdagangan dengan negara sahabat seperti Rusia menjadi krusial.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Indonesia memiliki banyak sektor potensial yang dapat menarik investasi asing. Mulai dari swasembada pangan dan energi, energi terbarukan hingga hilirisasi industri.
“Program Pemerintah Pak Presiden Prabowo terkait dengan swasembada pangan, energi, renewable energy dan hilirisasi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers Russia-Indonesia Business Forum bertema Russia-Indonesia Strategy of Partnership, Senin (14/4/2025).
Forum ini diselenggarakan oleh Yayasan Roscongress melalui Roscongress International dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Menurut Airlangga, kolaborasi antara Kadin dan Roscongress menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan konkret para pelaku bisnis kedua negara.
Baca juga : Normalisasi Kali Ciliwung Mandek
Adapun potensi kerja sama dengan Rusia mencakup sektor minyak dan gas, keamanan siber, small modular reactor, kesehatan, pendidikan hingga pariwisata.
“Rusia sangat berminat pada sektor aluminium dan energi. Investasi strategis ini juga dapat melibatkan Danantara,” jelas Airlangga.
Untuk mendukung konektivitas dan memperkuat kerja sama antar-warga negara, Pemerintah mendorong pembukaan rute penerbangan langsung dari Moskow ke Bali dan Jakarta.
“Ini penting untuk mendukung kolaborasi bisnis dan pariwisata kedua negara,” tambahnya.
Airlangga juga menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai instrumen utama penarik investasi.
Saat ini, Indonesia mengelola 25 KEK yang tersebar dari Aceh hingga Papua, mencakup 13 KEK industri, 8 KEK pariwisata, 3 KEK digital dan 1 KEK aeroteknik.
Baca juga : Hadapi Timberwolves Di Playoff NBA, Lakers Andalkan Luka Doncic
“Dengan insentif dan fasilitas khusus, KEK diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru” harap Airlangga.
Salah satu strategi utama Pemerintah adalah mendorong hilirisasi industri di sektor unggulan seperti nikel, tembaga, bauksit, kelapa sawit dan petrokimia.
Kebijakan ini diharapkan menciptakan nilai tambah dalam negeri, meningkatkan daya saing global dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Selain penguatan sektor riil, Pemerintah juga fokus pada transformasi digital sebagai pendorong ekonomi masa depan.
Menurut Airlangga, ekonomi digital Indonesia diperkirakan tumbuh hingga hampir 1 triliun dolar AS pada tahun 2030.
“Dengan Digital Economy Framework Agreement (DEFA), kontribusi ekonomi digital ASEANjuga diproyeksikan naik dua kali lipat menjadi 2 triliun Dolar Amerika Serikat,” ujarnya.
Baca juga : Nathalie Holscher, Disawer Ratusan Juta
Dalam forum yang sama, Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia Denis Manturov menyampaikan komitmen Rusia mempererat kerja sama dengan Indonesia di sektor strategis seperti pertanian dan energi.
“Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU) diharapkan segera ditandatangani tahun ini,” harap Manturov.
Direktur Jenderal Russian Export Center (REC) Veronika Nikishina menambahkan, Indonesia adalah salah satu pasar ekspor paling menjanjikan bagi Rusia.
Status Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota baru BRICS semakin memperkuat peran strategisnya di panggung global.
Menurutnya, sekarang waktu yang tepat bagi investor Rusia memasuki pasar Indonesia, memanfaatkan seluruh perangkat dan peluang yang tersedia. Dengan dukungan penuh dari REC, perusahaan-perusahaan Rusia membawa beragam produk dan solusi, mulai dari makanan hingga teknologi informasi ke Jakarta.
Forum ini diharapkan menjadi titik peningkatan kemitraan ekonomi yang lebih erat. Tidak hanya di tingkat Pemerintah, tetapi juga antar-pelaku bisnis kedua negara. ■ DIR/LDU
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya