Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Waka Komisi XI Hanif: Diplomasi Tarif AS Perlu Diiringi Penguatan Ekonomi
Sabtu, 26 April 2025 20:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M Hanif Dhakiri mengapresiasi langkah cepat Pemerintah dalam merespons rencana kenaikan tarif dari Amerika Serikat melalui lima kesepakatan strategis.
Ia menilai diplomasi ini mencerminkan upaya konstruktif menjaga stabilitas dagang nasional di tengah ketidakpastian global.
"Kita patut mendukung diplomasi proaktif pemerintah. Namun keberhasilan sejati terletak pada bagaimana isi kesepakatan ini benar-benar memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Hanif, Sabtu (26/4/2025).
Baca juga : Ini Kata Pemimpin Dunia Soal Tarif Impor AS Yang Bisa Picu Perang Dagang Merusak
Mantan menteri di Kabinet Kerja periode 2014 hingga 2019 ini mengingatkan, peningkatan impor dari AS hingga 19 miliar dolar Amerika Serikat perlu dikendalikan agar tidak memperlebar defisit perdagangan.
Pemberian insentif fiskal juga harus dijaga agar tidak melemahkan upaya konsolidasi fiskal negara.
Selain itu, kerja sama di sektor mineral kritis harus mendukung hilirisasi dalam negeri, bukan membuka jalan ekspor bahan mentah.
Baca juga : Warning Sisi Gelap Teknologi Digital, Prabowo Teken PP Perlindungan Anak
"Langkah diplomasi ini sudah benar, tetapi implementasinya harus dikawal ketat agar tidak menimbulkan ketergantungan baru,” tambahnya
Hanif menegaskan, Komisi XI DPR RI akan mengawal implementasi seluruh kesepakatan ini untuk memastikan keberpihakan terhadap industri nasional dan konsistensi terhadap visi Indonesia Emas 2045.
"Dengan pengelolaan yang cermat, Indonesia bisa keluar dari tekanan ini dengan fondasi ekonomi yang jauh lebih kuat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya