Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

Timwas Yakin Penyelenggaraan Haji 2025 Bisa Berjalan dengan Baik

Rabu, 28 Mei 2025 08:49 WIB
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji Marwan Dasopang (Foto: MCH 2025)
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji Marwan Dasopang (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji Marwan Dasopang yakin, penyelenggaran haji 2025 bisa berjalan dengan baik. Kehadiran Timwas Haji di Tanah Suci akan membantu Kementerian Agama (Kemenag) mencari solusi dari jika muncul permasalahan.

Marwan menyatakan, penyelenggaraan haji memang tidak mungkin sempurna 100 persen. Pasti ada kekurangan. Tapi, hal tersebut lumrah terjadi.

"Dengan komitmennya para syarikah (perusahaan penyedia layanan), komitmennya Kementerian Haji Arab Saudi, bisa kita tangani dengan baik. Kalau tidak 100 persen, biasalah," ujar Marwan, di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (27/5/2025).

Baca juga : Suhu Super Panas, Jemaah Haji Diimbau Tak Keluar Tenda Selama Wukuf

Ketua Komisi VIII DPR ini mengatakan, Timwas akan mencari bukti atas perkembangan yang terjadi, baik mengenai Kartu Nusuk, pembagian kamar maupun kejadian keluarga yang terpisah. Khusus untuk pembagian Kartu Nusuk, berdasarkan laporan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, masalahnya sudah selesai.

Dalam melaksanakan tugas, kata Marwan, Timwas Haji memposisikan diri tidak hanya sebagai pengawas. Namun, ikut mencari solusi jika muncul permasalahan dalam pelaksanaan haji 2025.

"Kebijakan Arab Saudi kita pahami bahwa sekarang ada bebedapa syarikah yang melayani. Karena sudah pilihan, maka harus kita sesuaikan," lanjutnya.

Baca juga : 95 Persen Jemaah Haji Telah Terima Kartu Nusuk

Dia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah soal terpisahnya jemaah keluarga karena lain syarikah yang melayaninya berbeda. Dari koordinasi yang dilakukan sejak di Indonesia, semua sudah berkomitmen untuk menyatukan jemaah keluarga.

Namun, pihaknya khawatir hal serupa terkadi saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Kami minta ini dipetakan, kendalanya apa. Bila dibutuhkan harus mengubah kebijakan, kita berunding dengan Kementerian Haji (Arab Saudi)," katanya.

Marwan mengungkapkan, ada 52 anggota DPR dari beberapa komisi yang tergabung dalam Timwas Haji. "Komisi VIII akan menjadi leading sector. Ada dari Komisi IX DPR, Komisi V DPR dan Komisi XIII DPR terkait imigrasi," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.