Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

Suhu Super Panas, Jemaah Haji Diimbau Tak Keluar Tenda Selama Wukuf

Selasa, 27 Mei 2025 21:04 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief (kanan). (Foto: MCH 2025)
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief (kanan). (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cuaca terik Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi jemaah haji Indonesia, khususnya saat wukuf di Arafah. Kementerian Agama (Kemenag) menyebut, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melarang jemaah haji keluar tenda kecuali keadaan darurat saat siang hari, karena suhu super panas.

"Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia langsung menyampaikan pada kami pesan, bahwa pada saat puncak haji nanti panasnya masih tinggi dan bahkan lebih tinggi daripada hari ini," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, di Mina, Arab Saudi, Senin (26/5/2025).

Baca juga : 95 Persen Jemaah Haji Telah Terima Kartu Nusuk

Suhu siang hari di Arab Saudi saat ini berkiras anatara 41-43 derajat celcius. Saat wukuf pada 9 Zulhijjah nanti, suhu diperkirakan naik lagi. Wukuf dimulai sejak matahari tergelincir atau usai Zuhur. Kemudian jemaah haji dijadwalkan bergerak ke Muzdalifah setelah Maghrib. 

Hilman mengatakan, Saudi melarang jemaah berada di luar tenda selama wukuf agar tidak terkena serangan panas yang bisa menyebabkan heatstroke. "Kita harapkan jemaah bisa terhindar dari heatstroke, serangan panas. Itu berbahaya," ucapnya.

Baca juga : PPIH Siapkan Layanan Tambahan Kursi Roda untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

Dia mengatakan, otoritas Saudi juga akan menyiapkan aturan detail terkait mabit di Mina dan lempar jumrah. Waktu melontar jumrah akan diatur secara detail agar jemaah Indonesia bisa nyaman.

"Yang tentu saja ada berbagai modifikasi yang semua dilakukan demi keamanan dan keselamatan jemaah," ujar Hilman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.