Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KMP Tuni Pratama Jaya Karam Di Selat Bali, Tim SAR Diminta Optimalkan Pencarian
Kamis, 3 Juli 2025 12:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KMP Tuni Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) malam menyisakan duka mendalam dan menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, kapal nahas itu karam hanya dalam hitungan menit setelah mengalami mati listrik total.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, meminta Tim SAR gabungan mengoptimalkan seluruh sumber daya demi menemukan para penumpang yang masih hilang. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Ini tentu sesuatu hal yang tidak diinginkan untuk terjadi. Kami mendapat informasi masih banyak korban yang hingga kini masih dilakukan pencarian,” kata Sudjatmiko, Kamis (3/7).
"Oleh karena itu kami meminta Basarnas untuk mengoptimalkan pencarian korban hilang. Kami berharap, seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat," sambungnya.
Baca juga : 4 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan Selamat Di Perairan Cekik Bali
Di samping fokus pada pencarian korban, Sudjatmiko juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk membongkar tuntas penyebab tragedi ini.
Setiap detail, mulai dari dugaan kebocoran ruang mesin hingga informasi kondisi cuaca saat izin berlayar diberikan, harus diusut tuntas.
“Semua informasi demi informasi itu harus dihimpun untuk diketahui secara detail dan lengkap sehingga menjadi keutuhan informasi kronolgi kejadian,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar hak-hak para korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, dipastikan terpenuhi, termasuk pemberian santunan asuransi dari Jasa Raharja.
Baca juga : KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Di Selat Bali, ASDP Kerahkan Armada Evakuasi
Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko antemortem yang telah didirikan agar proses identifikasi dan pendataan bisa berjalan cepat dan akurat.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkas Sudjatmiko.
Hingga Kamis (3/7/2025) pagi, data terbaru menyebutkan dari total 53 penumpang dan 12 kru kapal, 4 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, 26 orang berhasil diselamatkan, sementara 35 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif di tengah ganasnya perairan Selat Bali.
Berdasarkan kronologi awal yang dihimpun, KMP Tuni Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 22.56 WIB.
Baca juga : Kapal Tenggelam Di Selat Bali, Bawa 53 Penumpang, 12 Kru, 22 Kendaraan
Belum genap setengah jam berlayar, petaka mulai mengintai. Sinyal darurat (distress signal) pertama kali diterima pada pukul 23.20 WIB, atau hanya 24 menit setelah kapal meninggalkan dermaga.
Nahas, sinyal itu menjadi pertanda awal dari akhir perjalanan kapal. Diduga kuat terjadi kebocoran di ruang mesin yang memicu pemadaman listrik total atau blackout.
Tanpa daya, kapal kehilangan kendali dan menjadi bulan-bulanan ombak setinggi 2,5 meter. Hanya 15 menit setelah sinyal darurat dikirim, petugas syahbandar sudah melihat lambung kapal dalam posisi terbalik, sebelum akhirnya ditelan lautan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya