Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KPK Kantongi Lokasi Private Jet yang Diduga Hasil Korupsi Dana Operasional Papua
Jumat, 13 Juni 2025 18:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah mengendus lokasi pesawat pribadi (private jet) yang diduga dibeli dari uang hasil korupsi dana operasional kepala daerah Provinsi Papua.
“Kami sudah mendapatkan sedikit banyak informasi, tinggal memastikan saja. Tapi untuk sementara, lokasinya masih kami rahasiakan,” ungkap Ketua KPK Setyo Budiyanto kepada wartawan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Kuningan, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Dia mengatakan, tim penyidik masih terus melakukan pendalaman secara maksimal. Salah satunya, melalui pemeriksaan saksi.
Selain itu, Setyo meminta masyarakat yang mengetahui posisi private jet itu untuk memberi informasi kepada KPK.
“Kami membutuhkan juga informasi dari masyarakat barang itu ada di mana, pesawat itu ada di mana,” ungkap mantan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) ini.
Baca juga : KPK Duga Uang Korupsi Dana Operasional Gubernur Papua Digunakan Beli Private Jet
Jika sudah ditemukan, penyidik komisi antirasuah akan menyita private jet tersebut. Soal teknisnya, akan dipikirkan kemudian. Jika harus dibawa ke Jakarta, kata Setyo, tentu akan dipertimbangkan dari sisi teknis dan keamanannya.
“Bisa juga dititipkan pada aparat atau pemerintah di luar negeri,” tutur Setyo.
Selain keberadaannya, penyidik juga akan mendalami proses transaksi pembelian private jet tersebut.
“Apakah memang betul dilakukan oleh para pihak yang satunya sudah meninggal (mantan Gubernur Papua Lukas Enembe),” tandas Setyo.
Sebelumnya, KPK menyatakan, uang hasil korupsi penggelembungan dan penyalahgunaan dana penunjang operasional dan program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah Provinsi Papua tahun 2020-2022 salah satunya digunakan untuk membeli private jet.
Baca juga : Kurangi Macet, Pramono Naikkan Tarif Parkir Dan Kaji Penerapan Jalan Berbayar
"Saat ini keberadaannya di luar negeri," beber Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).
Private jet tersebut diduga di-branding dengan nama RDG Airlines. Jet pribadi perusahaan tersebut juga diduga pernah disewa oleh mantan Gubernur Papua Lukas Enembe ke luar negeri.
Untuk mendalami dugaan tersebut, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Presiden Direktur RDG Airlines, Gibrael Isaak.
Namun, warga negara (WN) Singapura itu dia tidak hadir tanpa keterangan, alias mangkir. KPK pun mengingatkan agar GI kooperatif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik.
“Kami ingatkan agar saksi kooperatif, untuk hadir dan memberikan keterangan yang dibutuhkan agar proses penegakan hukum dapat berjalan efektif,” imbau Budi.
Baca juga : FKG Trisakti Edukasi Masyarakat Terkait Trauma pada Gigi Dewasa dan Perawatannya
KPK mengungkapkan, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 1,2 triliun. Dalam perkara ini penyidik telah menetapkan mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, Dius Enumbi bersama Lukas Enembe sebagai tersangka.
Namun, status tersangka Lukas Enembe dinyatakan gugur setelah dia meninggal dunia pada Selasa, 26 Desember 2023.
KPK juga menyatakan belum dapat menahan Dius Enumbi karena penyidik masih terus mendalami keterangan dari setiap saksi yang dipanggil dalam perkara dugaan korupsi tersebut.
Dalam pengusutan kasus ini, KPK telah menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan bukti elektronik. Barang bukti tersebut ditemukan saat tim penyidik menggeledah Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua pada Senin (4/11/2024).
Saat ini, barang bukti tersebut tengah dianalisis lebih lanjut oleh tim penyidik, dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya