Dark/Light Mode

Polri Terlibat Urusan Pangan Dan Buruh

DPR Puji Jenderal Listyo

Jumat, 4 Juli 2025 07:35 WIB
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo (Tengah) saat menjadi narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Transformasi Polri Menuju Presisi: Menjadi Harapan Masyarakat”, yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (3/7).
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Rudianto Lallo (Tengah) saat menjadi narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Transformasi Polri Menuju Presisi: Menjadi Harapan Masyarakat”, yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (3/7).

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR tak sungkan melempar pujian untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Saat ini, Polri bertransformasi tak cuma sekadar penegak hukum tapi juga ikut urus perut rakyat.

Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo membeberkan bagaimana Polri di bawah komando Sigit mampu menerjemahkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, Polri kini makin dipercaya rakyat.

"Polri tak lagi melulu soal penegakan hukum dan pelayanan. Lebih dari itu, mereka ikut mensejahterakan rakyat. Ini baru terjadi di era Jenderal Listyo Prabowo," ujar Rudianto dalam diskusi bertajuk "Transformasi Polri Menuju Presisi Menjadi Harapan Masyarakat" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Baca juga : NasDem Usul Tata Ulang Anggaran Pendidikan

Bagaimana tidak, kata Rudianto, dalam isu kedaulatan pangan, Kapolri dan jajarannya ikut terjun langsung tanam jagung. Hasilnya pun fantastis, produksi tembus 2,5 juta ton di kuarter kedua.

Belum lagi urusan buruh. Polri kini jadi penengah antara pekerja yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dengan pengusaha, sebuah terobosan yang tak pernah ada di era Kapolri sebelumnya.

Rudianto menjelaskan, konstitusi telah meletakkan institusi Polri sebagai alat negara yang tugasnya melayani, melindungi, dan mengayomi rakyat, serta pendidikan hukum.

Baca juga : Dari Saudi, Prabowo Minta Korban Cepat Dievakuasi

Dalam perkembangannya, Polri tidak sekadar bekerja seperti yang disebut dalam konstitusi di Pasal 30 UUD NRI 1945. Tetapi juga harus berjiwa sipil, berkarakter kerakyatan pasca pemisahan Polri dari TNI.

"Polri tidak hanya pada tugas-tugas seperti penegakan hukum, pelayanan masyarakat, mengayomi atau melindungi sebagaimana amanat konstitusi. Tetapi lebih dari itu, ikut serta mensejahterakan rakyat," tegasnya.

Situasi ini pula, sambungnya, yang membuat Polri kini semakin berbeda. Polri diharuskan untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat. Hal ini pula tidak lepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mampu menerjemahkan visi-misi Presiden.

Baca juga : Menpan Ingin Wujudkan Birokrasi Kelas Dunia

Berikutnya, kata Ketua Poksi Komisi III Fraksi NasDem ini, dalam konteks penciptaan lapangan kerja. Polri bekerja sama dengan para serikat buruh hadir menjembatani antara pihak pekerja, pihak yang di-PHK, dengan para pelaku usaha atau pemilik perusahaan.

“Ini yang tidak pernah terjadi pada kepemimpinan di Polri sebelumnya. Ada pendekatan material yang coba dilakukan oleh Pak Kapolri yang menurut saya diterjemahkan ke dalam visi dan misi Pak Presiden,” jelas Rudianto.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.