Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kawasan Industri Subang Dorong Pertumbuhan Ekonomi & Lapangan Kerja
Sabtu, 12 Juli 2025 14:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kawasan Industri Subang, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Diproyeksikan akan menyerap hingga 18 ribu tenaga kerja.
Dalam kunjungannya ke lokasi, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyebut, salah satu perusahaan yang sedang membangun pabrik di kawasan tersebut diproyeksikan akan menyerap hingga 18 ribu tenaga kerja.
“Bahkan sebelum pabrik dibuka, sudah menyerap tenaga kerja dari kontraktor lokal. Ini langkah yang patut diapresiasi karena sejak proses pembangunan saja sudah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar Saras Jumat (11/7/2025).
Baca juga : Kilang Pertamina Borong Penghargaan Laporan Keberlanjutan
Menurutnya, penggunaan kontraktor dalam negeri juga mencerminkan keberpihakan pada penguatan industri konstruksi lokal, serta memberikan efek domino positif dalam percepatan pembangunan nasional.
Keponakan Presiden Prabowo Subianto menambahkan, bahwa kawasan industri seperti Subang Smartpolitan harus diarahkan tidak hanya sebagai pusat manufaktur, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja dari berbagai lapisan, mulai dari tenaga ahli hingga tenaga operasional.
Dengan luasan lahan lebih dari 2.700 hektare, kawasan ini dinilai akan menarik lebih banyak investor baik dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Baca juga : BPD HIPMI Jaya Dorong Kolaborasi Ekonomi Lewat Program Join Yang Berdampak
Dalam kesempatan sama, Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay mendorong agar pengembangan kawasan industri Subang Smartpolitan memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal.
Dia menilai, proyek ini memiliki potensi besar untuk mengurangi pengangguran di wilayah Jawa Barat.
"Kami ingin masyarakat sekitar yang paling pertama merasakan manfaat pembangunan ini. Jangan sampai proyek besar ini malah mendatangkan tenaga kerja dari luar tanpa alasan jelas," tegasnya.
Baca juga : Tinjau Pelabuhan, Menko AHY Dorong Penguatan Konektivitas & Ekonomi Sulteng
Menurut Saleh, kawasan industri seluas lebih dari 2.700 hektare itu nantinya akan membutuhkan ribuan pekerja, mulai dari tenaga ahli, teknisi, operator mesin, hingga staf kebersihan dan keamanan. Karena itu, pemerintah daerah diminta aktif mempersiapkan SDM lokal sejak dini melalui pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasi.
"Kalau kurang SDM terampil, maka perlu disiapkan dari sekarang. Komisi VII akan mendorong agar ada kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam hal pelatihan kerja," ujarnya.
Saleh menambahkan bahwa investasi yang masuk ke kawasan industri harus menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi rakyat, bukan hanya korporasi besar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya