Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Geopark Toba Kembali Green Card, Bane: Masyarakat Harus Dapat Lebih Banyak Manfaat
Sabtu, 26 Juli 2025 14:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR, Bane Raja Manalu, menyambut baik Geopark Global UNESCO Caldera Toba kembali mendapat green card (kartu hijau) dari UNESCO. Meski demikian, Bane meminta pengelolaan kawasan Danau Toba harus terus ditingkatkan untuk memberi lebih banyak manfaat pada masyarakat.
“Kami menyambut baik apa yang disampaikan Pak Sekda Provinsi Sumatera Utara, bahwa Geopark Toba mendapat green card. Kita sama-sama mendukung kemajuan kawasan Danau Toba,” kata Bane, dalam Kunjungan Kerja Komisi VII DPR, di Kaldera Toba, Sumatera Utara, Sabtu (26/7/2025).
Kembalinya status green card untuk Geopark Kaldera Toba disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Togap Simangunsong, dalam rapat tersebut. Menurut Togap, capaian baik ini berkat kerja sama semua pihak, Pemda kawasan Danau Toba, Kementerian Pariwisata, DPR, dan masyarakat.
Baca juga : Agar Selevel Temasek, Danantara Harus Rilis Laporan Keuangan
“Kabar positif dari hasil asesor, menyatakan bahwa Geopark Toba mendapat green card,” ucap Togap.
Tugas selanjutnya, ungkap Bane, adalah memastikan kemajuan kawasan Danau Toba juga sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Maka dari itu, masyarakat juga harus diajak dan disiapkan untuk terlibat dalam pelestarian dan pengembangan kawasan Danau Toba.
“Kita sering bicara stakeholder, tapi lupa share holder. Apa yang kita lakukan tidak akan berguna kalau enggak ada dampak untuk masyarakat,” ujar Bane.
Baca juga : Alfons Manibui Ajak Masyarakat Manokwari Perkuat Nilai Kebangsaan
Maka dari itu, lanjut Bane, harus ditetapkan zonasi wisata di kawasan Danau Toba, seperti kawasan wisata massal atau wisata kekhususan (edukasi-penelitian). Tujuannya, agar keanekaragaman hayati kawasan Danau Toba tetap terjaga namun tetap mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Danau Toba kawasan terintegrasi, harus dibangun sama-sama. Zonasi juga perlu, mana pariwisata massal dan pariwisata kekhususan. Karena kalau biodiversity-nya enggak dijaga, percuma juga,” pungkas politisi PDI Perjuangan ini.
UNESCO telah melakukan penilaian pada 21-25 Juli 2025, dengan tim penilai dari Portugal dan Korea Selatan. Hasil revalidasi Toba Caldera Unesco Global Geopark secara resmi akan diajukan dan direkomendasikan ke UNESCO pada Sidang UNESCO Global Geopark September 2025 di Chile.
Baca juga : BRI Imbau Masyarakat Waspada Bahaya Klik Tautan Palsu
Ada empat rekomendasi perbaikan yang disampaikan UNESCO. Pertama, badan pengelola harus meningkatkan kegiatan edukasi berbasis riset. Kedua, harus segera dilakukan revitalisasi dan optimalisasi badan pengelola.
Ketiga, harus dilaksanakan pembelajaran manajemen agar badan pengelola bisa memahami dan melaksanakan prinsip UNESCO GLOBAL Geopark (UGGp). Keempat, harus ada perbaikan visibilitas, yakni dengan pembangunan gerbang, monumen, dan panel interpretasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya