Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menaker-Menpar Kolaborasi, Perkuat SDM Pariwisata Biar Lebih Merata
Minggu, 22 Juni 2025 12:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sepakat memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata agar lebih merata melalui pelatihan, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, dan perluasan akses kerja di berbagai daerah. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Jakarta, Sabtu (21/6/2025).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan, kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Sekaligus menjawab tantangan distribusi tenaga kerja yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah tertentu. Kata dia, sektor pariwisata membutuhkan dukungan SDM yang kompeten dan tersebar merata agar pertumbuhannya terasa hingga ke pelosok. “Ini adalah komitmen bersama untuk membangun ekosistem pariwisata yang adil dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam penandatanganan itu, kedua Kementerian sepakat bekerja sama dalam berbagai hal. Mulai dari penguatan kapasitas tenaga kerja, pertukaran data dan informasi, pengembangan kelembagaan pariwisata, hingga fasilitasi penempatan kerja. Kolaborasi ini juga mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja untuk destinasi prioritas yang menjadi fokus pemerintah.
“Kerja sama tersebut bisa berdampak luas bagi pembangunan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat,” harap wanita kelahiran 8 Desember 1970 silam ini.
Baca juga : Perkuat Akses Dan Pariwisata Nias, ASDP Operasikan KMP Jatra II
Menukil data Kemenpar, jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata telah mencapai 25 juta orang pada akhir 2024. Namun, distribusinya belum merata, karena lebih dari separuhnya masih terkonsentrasi di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Padahal, geliat usaha pariwisata terus tumbuh di banyak daerah.
Pihaknya mengajak Kemenaker untuk ikut mengembangkan SDM melalui pelatihan sisi tenaga kerja bidang pariwisata. Kemenpar juga menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha pariwisata.
Widiyanti menjelaskan, mereka telah meluncurkan berbagai inisiatif seperti Pengembangan Usaha Desa Wisata, Wonderful Indonesia Scale-Up Hub (WISH), Food Start-Up Indonesia, dan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan, kerja sama selama lima tahun ini dirancang untuk mendukung percepatan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kolaborasi ini juga dianggap strategis dalam memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial. “Kolaborasi ini mendukung program Wonderful Indonesia serta mendorong kerja layak yang memberi penghasilan dan martabat bagi pekerja pariwisata,” kata Yassierli.
Baca juga : Sinarmas Sekuritas Perkuat Literasi Pasar Modal Ke Generasi Muda
Dia menegaskan, pihaknya siap menjawab sejumlah tantangan SDM sektor pariwisata. Kemenaker sepakat untuk menjalankan program peningkatan SDM pariwisata yang dilakukan kedua kementerian akan dimulai di lima destinasi prioritas: Danau Toba (Sumatera Utara), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Borobudur (Jawa Tengah), Prambanan (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Lombok-Gili Tramena (Nusa Tenggara Barat).
Kementerian Ketenagakerjaan akan mengerahkan empat Balai Pengembangan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang memiliki kejuruan pariwisata untuk disinergikan dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di bawah Kementerian Pariwisata.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani menambahkan, pentingnya peran Poltekpar sebagai fondasi pencetak tenaga kerja unggul. Ia mencontohkan saat kunjungan Kemenpar ke Poltekpar Bali pada 11 Juni lalu, yang menunjukkan tingkat serapan lulusan mencapai 90,9 persen, dengan waktu tunggu kerja rata-rata hanya tiga bulan. "Pariwisata yang tangguh lahir dari SDM yang tangguh pula,” katanya.
Dia menekankan pentingnya menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar wisatawan. Produk-produk yang ditawarkan harus mampu meningkatkan belanja wisatawan serta memperpanjang lama tinggal mereka di destinasi wisata. “Pelaku usaha perlu berinovasi agar wisatawan mau belanja lebih banyak dan tinggal lebih lama,” ucap Rizki.
Baca juga : Kemenperin: Kolaborasi CT Advance–Tubacex Perkuat Hilirisasi Industri Baja
Data pemerintah mencatat, pengeluaran rata-rata wisatawan mancanegara pada 2024 mencapai 1.391,85 dolar Amerika Serikat per kunjungan. Sebagian besar pengeluaran dialokasikan untuk akomodasi, makanan dan minuman, cendera mata, hiburan, serta paket tur lokal.
Namun, menurut Rizki, sektor lain seperti kebugaran juga menyimpan potensi besar. Ia menyebut, industri spa hingga kosmetik di Korea Selatan dan Thailand terbukti mampu menarik belanja tinggi dari wisatawan internasional. "Industri kebugaran di negara lain tumbuh pesat dan kita bisa belajar dari sana,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya