Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DPR Minta PPATK Batalkan Rencana Pemblokiran Rekening Dormant
Selasa, 29 Juli 2025 16:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menolak rencana Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) yang akan memblokir sementara rekening dormant alias rekening yang tidak digunakan untuk bertransaksi selama tiga bulan. Rencana tersebut dinilai kebablasan dan sudah masuk ranah pribadi.
Mekeng meminta rencana PPATK yang memblokir sementara rekening dormant dibatalkan. Sebab rencana tersebut dikhawatirkan akan mengganggu penyimpanan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan.
Baca juga : Puan Minta Pemerintah Jelaskan Perlindungan Data Pribadi di Kesepakatan RI-AS
"Masyarakat bisa ketakutan menyimpan uangnya di bank. Akibatnya mereka akan beralih menyimpang uang di rumah masing-masing," kata Mekeng dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Mekeng menegaskan, PPATK harus menjelaskan landasan hukum yang kuat mengeluarkan kebijakan itu. Karena, sudah menyentuh penggunaan uang pribadi masyarakat.
Baca juga : Skuad Anyar Persib Rasakan Manfaat Training Camp Di Thailand
Mekeng mengungkap sumber utama modal perbankan berasal dari tabungan masyarakat. Bila rencana ini diterapkan maka akan menganggu stabilitas perekonomian nasional karena masyarakat enggan menabung uangnya di bank.
"Akhirnya perbankan bisa kesulitan likuiditas karena tidak adanya masyarakat yang menabung," kata politikus Golkar ini.
Baca juga : Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Pemerintah Kaji Rencana Kenaikan Iuran BPJS
Untuk mengatasi masalah rekening dormant yang digunakan untuk judol atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Mekeng menyarankan kepada PPATK agar memblokir rekening tersebut yang terbukti disalahkan gunakan. Jangan sampai semua rekening yang tidak ada kaitannya ikut diblokir.
"Soalnya banyak masyarakat yang menyimpan uangnya di bank untuk pendidikan anak di masa depan sehingga jarang digunakan untuk transaksi," tutup dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya