Dark/Light Mode

Dirjen PAS Siapkan Napi Mandiri Dengan Pelatihan Jahit Dan Beternak

Rabu, 16 Juli 2025 12:45 WIB
Dirjen PAS Kementerian Imipas Mashudi dalam diskusi bersama media di Restoran Kampung Kecil, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (15/7/2025). (Foto: RM.ID/JAR)
Dirjen PAS Kementerian Imipas Mashudi dalam diskusi bersama media di Restoran Kampung Kecil, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (15/7/2025). (Foto: RM.ID/JAR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mendorong warga binaan punya keterampilan nyata sebagai bekal hidup mandiri usai bebas. Melalui program pemberdayaan, para napi dilatih menjahit, mengelola sampah, hingga beternak kambing untuk membuka peluang usaha dan membangun masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Dirjen PAS Mashudi dalam diskusi bersama media di Restoran Kampung Kecil, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (15/7/2025). Dalam paparannya, Mashudi memaparkan sejumlah program pemberdayaan warga binaan. Mulai dari menjahit hingga beternak kambing. "Mereka diajak produktif, bisa mendapatkan penghasilan, dan dibekali keterampilan saat bebas,” ujar Mashudi.

Salah satu contoh program produktif yang tengah dijalankan adalah pengelolaan sampah dari Kabupaten Cilacap yang selanjutnya dikerjakan di Lapas Nusakambangan. Proses koordinasi kini dilakukan bersama Bupati Cilacap. Menurut Mashudi, seluruh pengelolaan akan melibatkan warga binaan dan mereka akan mendapatkan upah.

Baca juga : Tiba di Kejagung, Nadiem Makarim Didampingi Hotman Paris Jalani Pemeriksaan

Sedangkan untuk program beternak kambing Ditjen PAS menerapkan sistem bagi hasil. Di salah satu lapas, dua orang WBP mengelola sepuluh kambing. Jika kambing berkembang biak menjadi sembilan ekor, maka dua kambing akan menjadi milik WBP, satu untuk koordinator pegawai, satu untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan sisanya dikirim ke lapas lain yang membutuhkan.

Mashudi menambahkan, sektor konveksi juga menjadi peluang besar. Saat ini terdapat sekitar 200 mesin jahit yang siap digunakan warga binaan untuk mengerjakan 250 unit konveksi pakaian. Di beberapa lapas seperti Ujung Pandang dan Pasuruan, warga binaan sudah mampu menghasilkan penghasilan antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,25 juta per orang.

“Yang menjahit dapat Rp 500 ribu, Rp 200 ribu untuk cicilan mesin jahit, sisanya ditabung,” jelasnya.

Baca juga : Pertamina Salurkan 1.000 Seragam Dan Peralatan Sekolah Untuk Para Anak Ojek

Tabungan dan cicilan mesin itu akan menjadi modal awal ketika mereka bebas. Warga binaan yang bebas nantinya sudah memiliki peralatan menjahit dan tabungan cukup untuk membuka kios kecil jasa permak pakaian. “Begitu keluar, mereka bisa langsung buka usaha. Ada keterampilan, ada alat, ada modal,” kata Mashudi.

Program ekonomi mandiri ini juga mencakup peternakan ayam petelur untuk mendukung ketahanan pangan di dalam lapas. Mashudi mengatakan seluruh kepala lapas dan rutan se-Indonesia sudah diinstruksikan untuk menjalankan kegiatan produktif demi mencegah kejenuhan dan membangun kemandirian WBP.

Tak hanya melatih, Ditjen PAS juga mendorong kemitraan bisnis. Mashudi berharap ke depan ada perusahaan swasta yang membangun usaha di dalam lapas.

Baca juga : Siapkan Siswa Hadapi FLS3N, UNJ Gelar Pelatihan Gitar Klasik

“Kalau lapas punya lahan, bisa dibangun pabrik sosis, laundry, atau yang lainnya. Yang kerja warga binaan semua,” tuturnya.

Ia menegaskan, konsep pemasyarakatan ke depan tidak hanya soal pembinaan, tapi juga penyiapan keterampilan agar narapidana bisa kembali ke masyarakat secara mandiri.

“Ini soal membuka hati. Kalau kita bisa beri kesempatan, kenapa tidak?” pungkas Mashudi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.