Dark/Light Mode

Dinas KPKP DKI Bantah Food Station Edarkan Beras Premium Oplosan Di Ritel Modern

Senin, 14 Juli 2025 18:58 WIB
Gudang Beras PT Food Station Tjipinang Jaya. (Foto: Ist)
Gudang Beras PT Food Station Tjipinang Jaya. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satgas Pangan Polri telah memeriksa beras yang didistribusikan PT Food Station Tjipinang Jaya yang diduga melakukan pelanggaran mutu dan takaran yang merugikan konsumen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok membantah dugaan itu. Dia mengklaim beras subsidi yang digunakan dalam program pangan murah berasal dari PT Food Station Tjipinang Jaya dan telah lolos uji laboratorium, sesuai dengan standar mutu beras premium.

Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta menggunakan beras merk Setra Pulen dan Setra Ramos yang diproduksi PT Food Station Tjipinang Jaya untuk kegiatan ‘Penyediaan dan Pendistribusian Pangan dengan Harga Murah bagi Masyarakat Tertentu’ atau yang biasa dikenal Program Pangan Bersubsidi Beras dengan kelas mutu Premium,”ujar Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Senin (14/7/2025).

Dinas KPKP juga menekankan bahwa pengujian mutu terhadap beras subsidi dilakukan secara berkala, minimal tiga kali dalam setahun, guna menjamin kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat.

Baca juga : Kolaborasi PERURI Dan AYALA Corporation Dorong Inovasi Pendidikan Digital

“Terhadap kedua merk tersebut, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta secara periodik (sedikitnya 3 kali dalam setahun) melakukan pengambilan sampel beras di gudang FS dan melakukan pengujian di Laboratorium Terakreditasi (Lab Saraswanti dan atau Lab PPSH DKPKP) untuk memastikan kesesuaian mutunya,” tambah Hasudungan.

Pada tahun 2025, pengambilan dan pengujian sampel telah dilakukan sebanyak dua kali di Gudang Food Station. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beras subsidi tersebut memenuhi standar mutu beras premium.

“Pada tahun 2025 telah dilakukan pengambilan sampel beras kedua merk tersebut di gudang FS selama 2 (dua) kali pada tanggal 24 Januari dan 16 Juni 2025 serta mengujikannya ke Laboratorium Saraswanti (SIG) Jakarta Pusat dengan hasil sesuai kelas Premium (terlampir),” jelasnya.

Menanggapi kabar terkait dugaan peredaran beras oplosan di ritel modern, PT Food Station Tjipinang Jaya telah memberikan keterangan kepada Bareskrim Polri. Pemanggilan lanjutan dimungkinkan setelah hasil analisis Satgas Pangan rampung.

Baca juga : Di Jakarta Fair 2025, Telkomsel Tawarkan Produk dan Layanan Digital Terdepan

“PT Food Station Tjipinang telah memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan dengan kemungkinan pemanggilan berikutnya setelah hasil analisis pemeriksaan terhadap sampel oleh Satgas Pangan selesai dilakukan,” jelas Hasudungan.

Selain itu, pengujian terhadap 50 sampel beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga masih dilakukan oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Provinsi DKI Jakarta.

“Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang melakukan pengujian mutu 50 (lima puluh) sampel beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas),” katanya

Demi melindungi masyarakat dari potensi peredaran pangan bermutu rendah, Pemprov DKI Jakarta menyatakan komitmennya dalam menjaga mutu dan keamanan pangan, baik subsidi maupun komersial.

Baca juga : Pemerintah Diminta Tindak Ormas Berbau Premanisme

“Di samping memastikan mutu pangan bersubsidi, Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan upaya memberikan jaminan keamanan pangan yang beredar di pasaran kepada masyarakat DKI Jakarta,” ujar Hasudungan

Dinas KPKP mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam membeli beras dan menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang terkait dugaan beras oplosan.

“Dihimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam membeli beras dan diharapkan agar menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwajib terkait informasi yang beredar pada saat ini,” pungkas Hasudungan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.