Dark/Light Mode

Harga Tebu Anjlok, Petani Blitar Curhat Ke Ketua Komisi VI DPR

Rabu, 6 Agustus 2025 16:03 WIB
Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini (tengah) berfoto bersama petani tebu Blitar usai dialog soal anjloknya harga tebu, di Daff Café, Kanigoro, Senin (4/8/2025). (Foto: Ist)
Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini (tengah) berfoto bersama petani tebu Blitar usai dialog soal anjloknya harga tebu, di Daff Café, Kanigoro, Senin (4/8/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah petani tebu di Blitar menyampaikan keresahan mereka kepada Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini terkait anjloknya harga tebu pada musim giling 2025. Aspirasi itu disampaikan dalam pertemuan di Daff Café, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur Senin (4/8/2025), saat Anggia melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Nurharsono, juru bicara petani tebu Blitar Selatan, memaparkan bahwa pasca-reformasi agraria, ribuan hektare lahan kering di kawasan Blitar Selatan yang sebelumnya berkonflik dengan Perhutani kini telah dimanfaatkan warga untuk menanam tebu. Budidaya tebu itu menjadi tumpuan ekonomi lokal dan berhasil mengurangi ketergantungan masyarakat untuk menjadi pekerja migran.

Baca juga : Kaesang Bocorkan Alasan Jokowi Batal Daftar Calon Ketua Umum PSI

Namun, kata Nurharsono, harga tebu justru terus merosot. "Ini seharusnya jadi potensi besar untuk swasembada gula nasional. Tapi kenyataannya, kami justru ‘dimainkan’ oleh pabrik," kata Nurharsono, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025).

Ia menjelaskan, harga tebu yang sebelumnya berada di kisaran Rp 880 ribu hingga Rp 900 ribu per ton kini turun drastis menjadi Rp 790 ribu sampai Rp 820 ribu per ton di sejumlah pabrik gula seperti PG Mojopanggung, PG Ngadirejo, PG Pesantren Baru, PG Mrican, dan PG Kebonagung. Kondisi serupa juga terjadi di PG Rejoso Manis Indo.

Baca juga : PKS Puji Prabowo Urus Koperasi

“Padahal harga gula terus naik. Tapi kami, petani tebu, justru dihargai makin murah. Sementara ongkos produksi terus naik. Kami jelas merugi,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggia Ermarini menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi para petani dengan menyampaikan langsung ke kementerian terkait. “Masalah ini akan kami perjuangkan. Negara harus hadir memastikan petani tak dirugikan dalam program swasembada,” tegas Anggia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.