Dark/Light Mode

Gempa Poso, Pemerintah Harus Prioritaskan Kebutuhan Pokok Pengungsi

Rabu, 20 Agustus 2025 10:12 WIB
Gempa Poso, Pemerintah Harus Prioritaskan Kebutuhan Pokok Pengungsi

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR, Mahdalena mendesak pemerintah bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi korban Gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang wilayah laut Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025) pukul 05.38 WIB. 

Dia menegaskan, bahwa pemenuhan kebutuhan pokok tidak hanya menyangkut logistik, tetapi juga keselamatan, kesehatan dan pemulihan fisik maupun mental korban.

“Kami turut berduka atas musibah gempa di Poso. Yang terpenting saat ini adalah memastikan para pengungsi mendapatkan perlindungan layak. Mereka kehilangan tempat tinggal dan berada dalam kondisi terbatas. Negara harus hadir dengan memberikan jaminan kebutuhan pokok secara cepat, tepat, dan manusiawi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Anak buah Muhaimin Iskandar ini menekankan, kebutuhan mendesak meliputi makanan dan minuman bergizi, air bersih, pakaian layak, perlengkapan khusus perempuan dan anak, serta tempat tinggal sementara yang aman. 

Baca juga : Senator Filep Minta Pemerintah Intervensi Prioritaskan OAP

"Bukan hanya ketersediaan, tapi juga kualitas. Jangan sampai anak-anak, ibu hamil, dan lansia mengalami gangguan kesehatan karena kebutuhan gizinya tidak terpenuhi,” tambah legislator asal Nusa Tenggara Barat itu.

Mahdalena juga menegaskan, bahwa kelompok rentan harus menjadi prioritas utama. 

“Anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas perlu perhatian khusus. Mereka lebih rentan terhadap dampak bencana, baik fisik maupun psikis,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penyediaan alas tidur, selimut, serta fasilitas sanitasi layak di lokasi pengungsian. 

Baca juga : Pemerintah Dorong Hilirisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Menurutnya, pengungsian bukan hanya tempat berlindung, tetapi ruang pemulihan sementara yang harus memenuhi standar kemanusiaan.

Mahdalena juga meminta pemerintah menyediakan layanan pendampingan psikososial bagi pengungsi, terutama anak-anak dan perempuan. 

“Trauma pasca-gempa adalah persoalan serius. Pendampingan psikologis sangat penting agar mereka bisa pulih dari rasa takut dan cemas,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan waspada terhadap potensi gempa susulan. 

Baca juga : BNPP Resmikan PLBN Sakti Di Motaain, Pemerintah Timor Leste Beri Apresiasi & Dukungan

“Tugas utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar pengungsi tidak terbengkalai. Ini soal kemanusiaan, negara tidak boleh abai,” tutupnya

Gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang wilayah laut Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025) pukul 05.38 WIB. Pusat gempa berada 18 kilometer barat laut Poso dengan kedalaman 10 kilometer. Akibatnya, satu orang meninggal dunia, 14 orang luka-luka, dan sebanyak 184 kepala keluarga atau 433 jiwa terpaksa mengungsi.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.