Dark/Light Mode

DPR Soroti KLB Campak, Pemerintah Diminta Perkuat Sistem Imunisasi

Kamis, 28 Agustus 2025 14:50 WIB
Yahya Zaini. (Foto: Golkar)
Yahya Zaini. (Foto: Golkar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini menyoroti Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, yang telah merenggut 17 nyawa anak-anak. Ia mendesak Pemerintah segera melakukan evaluasi dan audit nasional terhadap sistem imunisasi yang dinilainya belum berjalan optimal.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa strategi pencegahan belum berjalan optimal,” ujar Yahya kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Menurut Yahya, kasus KLB campak ini tidak hanya persoalan medis, melainkan juga mencerminkan lemahnya tata kelola imunisasi nasional. Padahal, Indonesia sudah memiliki program imunisasi dasar lengkap yang diberikan secara gratis.

Baca juga : Kepala Daerah Diminta Serius Membasmi TBC

Ia menekankan pentingnya penguatan peran Posyandu dan kader kesehatan desa agar deteksi dini tidak terlewat, serta perlunya strategi komunikasi publik yang berbasis budaya lokal. Hal ini dinilai penting untuk mengatasi resistensi masyarakat akibat mitos maupun ketakutan terhadap imunisasi.

Lebih lanjut, Yahya mengingatkan bahwa cakupan imunisasi dasar di daerah harus mencapai 95 persen sesuai target RPJMN 2020-2024. Kegagalan mencapai target tersebut, menurutnya, harus menjadi bahan audit nasional, bukan sekadar evaluasi administratif.

“Campak memiliki angka reproduksi (R0) yang sangat tinggi, sehingga keterlambatan vaksinasi berisiko memicu ledakan kasus di wilayah lain,” tegasnya.

Baca juga : PDIP Soroti Penurunan TKD, Pemerintah Perlu Kuatkan Program Berbasis Desa

Yahya pun mendorong Kementerian Kesehatan bersama Pemerintah daerah untuk melakukan audit imunisasi nasional secara terbuka. Langkah ini diharapkan memperkuat jejaring data kesehatan dan memastikan vaksinasi berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada program darurat.

“KLB campak di Sumenep adalah peringatan keras bagi kita semua agar sistem pencegahan menjadi prioritas utama. Setiap anak Indonesia berhak atas perlindungan kesehatan yang setara, tanpa terkecuali,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mencatat setidaknya terdapat 46 KLB campak pasti di 42 kabupaten/kota di 13 provinsi. Hingga minggu ke-33 tahun 2025, tercatat 23.128 suspek campak dengan 3.444 kasus terkonfirmasi. Kasus terbanyak ditemukan di Sumenep dengan 2.139 suspek.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.