Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Program 3 Juta Rumah Ditunggu Masyarakat
Jumat, 10 Oktober 2025 06:55 WIB
Sebelumnya
Huda mendesak agar Undang-Undang Perumahan segera direvisi. Tujuannya, mengidentifikasi konsumen secara lebih akurat dan memastikan pembangunan rumah tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mendekatkan masyarakat pada pusat-pusat kerja dan layanan publik.
Wakil Ketua Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin menambahkan, penyediaan tempat tinggal dan lingkungan yang layak bukan sekadar kebijakan teknis, tetapi amanat konstitusi yang menyentuh hak asasi manusia. Dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, menyatakan setiap warga negara berhak atas tempat tinggal dan lingkungan hidup yang baik dan sehat.
“Rumah bukan sekadar bangunan, tapi hak asasi. Pemerintah yang berkuasa wajib mewujudkannya,” ucapnya.
Baca juga : KPU Berbenah, Lebih Terbuka Dan Kolaboratif
Zulfikar mengingatkan, niat baik dalam kebijakan perumahan harus diiringi dengan motif yang lurus dan cara yang benar. “Pengalaman mengajarkan, tujuan baik bisa rusak kalau motifnya proyek dan caranya tidak benar. Sehingga harus dipastikan kebijakan ini dijalankan dengan niat tulus untuk rakyat,” tegas politikus Golkar ini.
Selain itu, ia menyoroti masalah lahan sebagai komponen krusial dalam program 3 juta rumah. Tanah tersedia dari berbagai sumber, seperti tanah negara, BUMN, swasta, bahkan masyarakat yang bersedia mewakafkan. “Lahan itu ada. Tinggal kita pastikan statusnya clear and clean, dan proses pembebasannya sah,” tandasnya.
Untuk itu, perlu sinergi antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Perumahan, Pemerintah Daerah (Pemda), dan sektor pembiayaan seperti perbankan untuk mempercepat realisasi program.
Baca juga : Dua Calon Ketua Ngaku Dapat Dukungan Ketum
Sementara, Kepala Divisi Kredit Subsidi PT Bank Tabungan Negara (BTN) Dedy Lesmana mengatakan, program 3 juta rumah bertujuan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya di kalangan milenial. Dengan peningkatan kuota subsidi rumah menjadi 350 ribu unit, pihaknya telah menyalurkan 140 ribu unit rumah. “Ini berarti telah mencapai 70 persen dari target,” jelasnya.
Dedi menyebut daerah dengan penyaluran perumahan subsidi terbesar berada di Jawa Barat, diikuti Sumatera, Jawa Timur, dan Sulawesi. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 10 Oktober 2025 dengan judul "Jadi Motor Penggerak Ekonomi Program 3 Juta Rumah Ditunggu Masyarakat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya