Dark/Light Mode

Kepsek Dinonaktifkan Usai Tampar Siswa, Legislator Ingatkan Saling Introspeksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 11:05 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan MY Esti Wijayanti. Foto: PDI Perjuangan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan MY Esti Wijayanti. Foto: PDI Perjuangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus Kepala SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, Dini Fitria, yang menampar siswanya yang merokok di lingkungan sekolah, menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan MY Esti Wijayanti.

Menurut Esti, keduanya perlu saling introspeksi satu sama lain. Guru sudah memiliki niat baik karena mengingatkan sang anak untuk mematuhi aturan yang ada di sekolah.

Baca juga : Sahroni Usai Wisuda Doktoral, Dikerubungi Emak-emak yang Ingin Selfie

"Menurut saya kehendak yang dilakukan ibu guru ini sudah cukup baik mengingatkan kepada anaknya yang melakukan tindakan di luar ketentuan yang berlaku, di luar tata tertib yang berlaku di sekolah tersebut," ujar Esti pada wartawan, Sabtu (18/10/2025).

"Nah, tentu saja sebagai seorang guru, saya juga dulu seorang guru secara naluri itu pasti menginginkan anak ini menjadi lebih baik, mencoba memberikan edukasi kepada anak tersebut," lanjutnya.

Baca juga : PT Shan Hai Map Siap Gelar Indonesia New Retailing Summit 2025

Soal aksi mogok siswa, dinilai janggal. Sebab, tanpa melihat awal mula kejadian yaitu adanya pelanggaran merokok di lingkungan sekolah.

"Artinya ada sesuatu yang kemudian terhembuskan di tengah-tengah anak-anak kita ini lalu membuat mereka seolah-olah merasa bahwa bu kepala sekolah ini melakukan hal kekerasan yang mereka harus menolak secara bersama-sama tanpa melihat awal mula mengapa terjadi hal seperti itu," paparnya.

Baca juga : Ragunan Buka Sampai Malam, Legislator Minta Penerangan Dan Pengawasan Ditambah

Dia lalu mengingatkan kepada pihak terkait untuk bisa saling introspeksi agar tidak semata-mata menyalahkan guru tersebut.

"Saya hanya mengingatkan saja untuk penonaktifan ini mungkin bisa kita lakukan, tetapi sekali lagi karena tujuannya tadi untuk meredam maka setelah ini mereda, saya mengusulkan tetap kemudian diaktifkan kembali supaya tidak terkesan bahwa semata-mata kepala sekolah inilah yang melakukan tindak kesalahan, penyelidikan lebih lanjut juga kita perlukan," pungkasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.