Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jaga Kualitas, DPR Minta Pengawasan Distribusi BBM Diperketat
Selasa, 28 Oktober 2025 20:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meningkatnya keluhan motor brebet di sejumlah wilayah Jawa Timur usai pengisian BBM memunculkan perhatian dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, menilai insiden tersebut perlu menjadi evaluasi serius bagi pemerintah dan Pertamina dalam memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi di seluruh daerah.
Menurut Firnando, lemahnya pengawasan di tingkat SPBU maupun rantai distribusi berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan mengurangi kepercayaan publik terhadap kebijakan energi nasional.
Baca juga : KPAI Dukung Langkah Polri Berantas Narkoba dan Minta Perlindungan Anak Diperkuat
"BBM bersubsidi seperti Pertalite merupakan hak masyarakat. Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan kualitasnya tetap terjaga hingga ke tingkat konsumen,” ujar Firnando di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Ia menambahkan, pengawasan berlapis diperlukan pada setiap tahap, mulai dari logistik, penyimpanan, hingga distribusi. Pertamina juga diharapkan bekerja sama dengan BPH Migas dan BPKN untuk melakukan audit mutu di lapangan, sekaligus menegakkan sanksi terhadap SPBU yang terbukti lalai.
“Jika pengawasan longgar, masyarakatlah yang paling dirugikan. Negara tidak boleh abai terhadap hak konsumen yang sudah membayar dengan harga subsidi,” tuturnya.
Baca juga : Komisi XI DPR Minta Perbaikan Kelola Dan Sinkronisasi Data Dana Daerah
Firnando juga menegaskan, dugaan keterkaitan insiden tersebut dengan kebijakan Kementerian ESDM tidak tepat.
Sebab, kebijakan penambahan etanol dalam BBM masih belum diterapkan. Karena itu menurutnya persoalan ini lebih berkaitan dengan aspek operasional dan distribusi.
“Fokus utama saat ini adalah memastikan mutu dan sistem distribusi Pertamina di lapangan berjalan sesuai standar,” beber Firnando.
Baca juga : Layangkan 5 Tuntutan, ISSC Minta Stop Impor Konstruksi Baja Vietnam dan China
Ia berharap, penanganan kasus ini dilakukan secara terbuka dan berbasis data agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
“Kepercayaan publik terhadap BBM nasional perlu dijaga. Kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola energi bersubsidi agar lebih efisien dan akuntabel,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya