Dark/Light Mode

Komisi X DPR: Ledakan SMAN 72 Harus Diusut, Selidiki Dugaan Bullying

Jumat, 7 November 2025 21:59 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. (Dok. DPR)
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. (Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyebabkan puluhan siswa menjadi korban.

Lalu Hadrian mengutuk keras peristiwa tersebut dan mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab ledakan, termasuk menelusuri dugaan adanya keterlibatan siswa yang menjadi korban perundungan (bullying).

Baca juga : Bom Molotov Di Masjid SMAN 72 Jakarta Diduga Diledakkan Oleh Siswa Korban Bully

“Ini bukan hanya soal ledakan atau tindak kekerasan semata, tetapi bisa menjadi cerminan dari persoalan sosial dan psikologis yang lebih dalam di lingkungan pendidikan kita,” ujar Lalu Hadrian, Jumat (7/11/2025).

“Polisi harus mengungkap motif dan latar belakang kejadian ini secara menyeluruh, termasuk jika ada indikasi bahwa pelaku merupakan korban bullying. Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” lanjutnya.

Baca juga : Menteri ESDM: Sektor Energi Harus Kuat, Adil, Dan Berkelanjutan

Menurut Lalu Hadrian, kasus ini menunjukkan bahwa isu perundungan di sekolah telah menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Ia menegaskan, tidak cukup hanya dengan langkah hukum, tetapi juga perlu keterlibatan Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, tenaga pendidik, psikolog, dan orang tua siswa.

“Semua pihak harus turun tangan. Pencegahan dan penanganan perundungan tidak bisa diserahkan pada sekolah saja. Harus ada sistem deteksi dini, pendidikan karakter yang kuat, dan layanan konseling yang efektif,” tegasnya.

Baca juga : Komisi XI DPR Minta Perbaikan Kelola Dan Sinkronisasi Data Dana Daerah

Sebagai pimpinan Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, dan olahraga, Lalu Hadrian menyatakan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan kasus ini secara langsung dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan serta iklim sosial di sekolah-sekolah.

“Kami di Komisi X DPR akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan pihak terkait untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak,” tegas Ketua DPW PKB NTB itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.