Dark/Light Mode

Mengapa Kepala Daerah Korupsi?

Biaya Politik Mahal Sekali, Kondisi Keuangan Terbatas

Senin, 10 November 2025 06:45 WIB
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda. (Foto: Istimewa).
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Sementara, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan penindakan, tapi juga pencegahan. Caranya, dengan melakukan sinergi antara kepala daerah baik gubernur maupun bupati atau wali kota dengan inspektorat daerah untuk memperbanyak ruang dialog.

“Sering-seringlah duduk bersama wali kota, bupati, dan inspektur daerah membahas hal-hal yang berpotensi menimbulkan korupsi sebelum jadi masalah hukum,” saran Setyo dalam keterangannya, Sabtu (8/11/2025).

Baca juga : Prabowo: Berbuat Terbaik, Manusia Mati Tinggalkan Nama

Setyo menilai, pencegahan korupsi harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas lembaga penegak hukum. Sinergi antar instansi merupakan fondasi utama dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan. Pemberantasan korupsi harus seimbang antara pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

“Penindakan tetap perlu, tapi pencegahan jauh lebih efektif untuk membangun integritas,” kata dia.

Baca juga : AMPG Jatim Targetkan Rekrut 100 Ribu Kader

Meski sudah berkali-kali diadakan sosialisasi dan edukasi, masih ada pejabat yang mengabaikan prinsip transparansi. “Bila sudah diingatkan tapi tetap dilanggar, maka proses hukum jadi konsekuensi. Itu bagian dari efek jera,” tandasnya.

Selain itu, Setyo menekankan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan pemberantasan korupsi sebagai prioritas nasional. Karena itu, seluruh pejabat daerah harus menjadikan semangat antikorupsi sebagai pedoman utama dalam bekerja.

Baca juga : Shopee Dan Lazada Tutup Celah Penjual Baju Bekas

“Kalau Presiden sudah menekankan pentingnya pemberantasan korupsi, maka tugas kita adalah menjalankannya sesuai peran masing-masing,” pungkasnya. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Senin, 10 November 2025 dengan judul "Mengapa Kepala Daerah Korupsi? Biaya Politik Mahal Sekali, Kondisi Keuangan Terbatas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.